Menu

Mode Gelap

Catatan Isson · 26 Des 2016 12:20 WIB ·

Fantastis! 8 Peserta Indonesia di JITF Jeddah Berhasil Bukukan Transaksi US$ 2.98 Juta


					Peserta Indonesia di JITF Jeddah Berhasil Bukukan Transaksi US$ 2.98 Juta (foto: EH) Perbesar

Peserta Indonesia di JITF Jeddah Berhasil Bukukan Transaksi US$ 2.98 Juta (foto: EH)

Jeddah,  reportasenews.com—Lima Perusahaan asal Indonesia dan 3 importir berbagai produk Indonesia berhasil membukukan transaksi senilai US$ 2.98 juta atau 39,7 milyar rupiah lebih   pada Jeddah International Trade Fair (JITF) 2016 yang berlangsung dari tanggal 20-23 Desember.

“Nilai transaksi ini meningkat hampir  empat kali lipat dari perolehan tahun 2015 yang mencatat hasil transaksi senilai US$ 500.000,” ujar Gunawan, Direktur ITPC KJRI Jeddah usai melaporkan hasil rekap akhir nilai transaksi dari seluruh peserta pameran kepada Konsul Jenderal RI Jeddah, M. Hery Saripudin.

Pada pameran tersebut, perusahan Indonesia menawarkan berbagai produk, seperti makanan dan minuman, perhiasan, alat-alat kebersihan, kayu gaharu, furnitur, pakaian khas Arab  produksi Tasikmalaya, gula herbal untuk penderita diabetes, dan perhiasan serta  aksesoris khas produk Cirebon.

Salah seorang peserta bernama Agus Ariandy Sijoatmodjo, Direktur PT. Indomop Multi Makmurdari Tangerang, menyatakan cukup  terkesan dengan kegiatan pameran yang baru pertama kalinya iya ikut di Arab Saudi.

“Sampai  detik-detik penutupan pameran masih ada saja buyer yang serius untuk mengimpor produk produk kami. Meraka bilang cocok untuk peralatan kebersihan di masjid masjid di wilayah Madinah,” tuturnya dengan wajah sumringah.

Setali tiga uang dengan Agus,  Nahdi Fitria yang mengusung perusahaan miliknya, Nahdi Jewelery, ke Jeddah Arab Saudi, mengaku sangat puas dengan pasar Arab Saudi.

Perempuan yang  merintis usahanya di usia 50 tahun ini mengaku senang dapat mempelajari perilaku berbelanja dan selera masyarakat  Arab Saudi terhadap perhiasan alami mutu manikam, perhiasan dari mutiara dan pernak pernik lainnya.

“Saya dapat belajar memahami selera mereka , seperti apa desain dan bahan aksesoris yang mereka sukai. Dan mereka juga membanding-banding kualitas barang yang sama dan harganya dengan yang dijual ditempat lain,”ujar ibu keturunan Arab yang pernah menjadi  manajer perusahaan di Jakarta,  cabang  dari perusahaan besar yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Baju khas Arab berupa gamis panjang semata kaki dan  baju muslimah abaya produksi dari Tasikmalaya juga tidak kalah bersaing untuk memenuhi kebutuhan masyarakat  Arab Saudi.  Ciri khas pada produk  dari Jawa Barat ini adalah kesan santun, ramah dan elegan. Tak kurang dari 13 milyar rupiah berhasil dibukukan melalui pemesanan dari sejumlah buyer.

Sementara itu, Importir Sami Alkathiri, yang memasarkan produk-produk makanan dan minuman asal Indonesia menyatakan  dari tahun ke tahun nilai penjualannya terus mengalami peningkatan.

Setiap bulan pihaknya berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 1,4 Juta riyal atau  4,9  milyar rupiah lebih. (hms/win)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Kapolri Apresiasi Peran Bhayangkari Dalam Membantu Masyarakat Ditengah Pandemi

22 Oktober 2021 - 19:47 WIB

Persatuan Orang Melayu Siap Bersinergi dengan Kodam XII Tanjungpura

22 Oktober 2021 - 15:39 WIB

Singapura Perpanjang Pembatasan Sosial

22 Oktober 2021 - 13:37 WIB

Brigadir NP Dijatuhi Hukuman Penahanan Khusus dan Sanksi Disiplin Berat

22 Oktober 2021 - 13:00 WIB

Dua Kapal Motor Air Nelayan di Sukabangun Ketapang Terbakar

22 Oktober 2021 - 05:16 WIB

Gubernur Kalbar Sutarmidji Soroti Lambatnya Sertifikasi Aset Tanah Pemerintah

21 Oktober 2021 - 19:12 WIB

Trending di Daerah