Menu

Mode Gelap

Hukum · 27 Okt 2016 13:58 WIB ·

“Gadis Afghan Bermata Hijau” Model Sampul Nat Geo Ditangkap Di Pakistan


					Steve Mc Cury dan foto ikonik gadis Afghan bermata hijau / Hürriyet Daily News Perbesar

Steve Mc Cury dan foto ikonik gadis Afghan bermata hijau / Hürriyet Daily News

PAKISTAN, REPORTASE: Tahun 1985, fotografer Steve Mc Cury ditugaskan majalah National Geographic masuk ke Afghanistan untuk membuat serangkaian liputan soal pendudukan Uni Soviet disana. Beberapa karyanya lantas menjadi satu foto ikonik yang sangat terkenal dikalangan fotografer, salah satunya sebuah foto bernama “Gadis Afghan bermata hijau” yang difoto saat usia gadis itu 12 tahun. Foto itu kemudian menjadi sampul utama dari majalah NatGeo.

Gadis difoto itu bernama Sharbat Gula, baru-baru ini dikabarkan masuk kedalam wilayah Pakistan dan ditangkap oleh otoritas setempat karena memakai identitas kependudukan palsu, demikian laporan dari BBC

Sharbat Gula yang kini sudah tua dan menjadi seorang ibu rumah tangga, didakwa oleh petugas Pakistan masuk kenegara ini memakai identitas aspal. Nyonya Gula, ditangkap oleh satuan tugas Pakistan Federal Investigation Agency (FIA). Dia merubah namanya menjadi Sharbat Bibi ditahun 2014 dan baru terjaring operasi kependudukan kemarin.

Jika klaim penipuan yang dilakukannya terbukti maka ia akan menghadapi 14 tahun penjara. Dia adalah salah satu dari ribuan pengungsi Afghanistan yang saat ini tinggal di Pakistan secara ilegal dengan menghindari sistem komputerisasi pendataan identitas.

Seorang pejabat dari Database Nasional Registration Authority (Nadra) mengatakan, FIA saat ini sedang mencari tiga staf yang telah mengeluarkan identitas palsu untuk nyonya Gula ini. Tiga staf ini telah hilang sejak dugaan kecurangan dilaporkan. Koran “Dawn Pakistan” melaporkan bahwa kartu identitas diberikan untuk Nyonya Gula dan dua orang lainnya yang mengaku sebagai anaknya.

Sebuah sumber Nadra mengatakan dikoran itu: “Mereka mungkin tidak menjadi anak aslinya, tapi ini adalah praktek umum di kalangan pengungsi Afghanistan di mana mereka sengaja mendaftar memakai nama-nama bukan kerabat sebagai anak-anak mereka untuk mendapatkan dokumen menetap” (HSG/ BBC)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Sah, Sutarmidji – Ria Norsan Bersama Lanjutkan!

19 Mei 2024 - 13:02 WIB

Penambangan Emas Ilegal di Jambi Diduga Libatkan Aparat Desa dan Polisi

19 Mei 2024 - 12:21 WIB

Hati-Hati dengan Iming-Iming Keuntungan Investasi Fantastis

19 Mei 2024 - 12:12 WIB

Peragakan 39 Adegan Detik-Detik Pembunuhan mantan Istrinya, Pelaku Merasa Menyesal

18 Mei 2024 - 18:34 WIB

Gubernur Al Haris Lantik Anggota KPID Provinsi Jambi

17 Mei 2024 - 15:04 WIB

Kemenag Siapkan Rumah Ramah Bagi 818 Calon Jamaah Haji Lansia Asal Jambi

17 Mei 2024 - 14:36 WIB

Trending di Daerah