Search

Gara-gara Kasus PSHT, Tiga Perwira Polres Situbondo Dimutasi ke Polda Jatim

Suasana serah terima jabatan (sertijab) tiga perwira Polres Situbondo dilapangan Indoor Polres Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Diduga gara-gara kasus perusakan rumah, kios dan mobil, yang dilakukan oleh oknum anggota  perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Situbondo yang terjadi pertengahan Agustus 2020 lalu, sebanyak tiga perwira Polres Situbondo menjadi korban.

Bahkan, ketiga perwira Polres Situbondo  tersebut  langsung dimutasi ke Polda Jawa Timur. Masing-masing adalah,  Kasat Intel AKP Haryono, Kasat Sabhara AKP Muhammad Hasanudin  dan Kapolsek Panarukan Iptu Sudpendi. Saat ini, ketiganya menjadi staf Bidpropam Polda Jawa Timur.

Jabatan Kasat Intelkam Polres Situbondo   yang ditinggal AKP Haryono dijabat oleh AKP Agus Sutanto, sebelumnya menjabat sebagai  Panit IV Subdit V Ditintelkam Polda Jawa Timur, posisi yang dintinggal Iptu Sudpendi dijabat oleh Iptu Efendi Nawawi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Kota, Situbondo.

Sedangkan Kapolsek Kota dijabat oleh Iptu Budiarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Tahti Polres Situbondo, AKP Lukman Hadi menduduki jabatan baru sebagai Kasat Sabhara Polres Situbondo, sedangkan jabatan Kasatpolairud Polres Situbondo dijabat oleh AKP Hari Pamudji.

Kapolres Situbondo AKBP Achmad Imam Rifai mengatakan, karena kegiatan mutasi dilaksankan ditengah pandemi virus corona atan Covid-19, sehingga pelaksanaannya  tetap sesuai dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 secara ketat, seperti menjaga jarak, mengenakan masker dan selalu mencuci tangan (3M).

“Pelaksanaan Sertijab dilaksanakan sesuai Prokes  Covid-19 secara ketat. Sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Situbondo,”ujar AKBP Achmad Imam Rifai, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, alih tugas merupakan hal yang wajar dalam organisasi yang dinamis. Hal itu dilakukan guna penyegaran, pengembangan karir dan peningkatan kinerja personel polri agar lebih profesional. Jadi mutasi tiga perwira ke Polda Jatim itu, tidak ada  kaitannya dengan kasus perusakan yang dilakukan oleh PSHT.

“Oleh  karena itu, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pejabat yang lama, kami juga mengucapkan selamat untuk pejabat yang baru. Semoga di tempat dan jabatan yang baru bisa lebih baik dan ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (fat)




Loading Facebook Comments ...