Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Mar 2021 07:40 WIB ·

Gara-gara Menjualbelikan Burung Bayan, Jumardi Ditangkap Gakkum KLHK Kalimantan


					Aliansi Mahasiswa Sambas memprotes penangkapan Jumardi, di Kantor BKSDA Kalbar,  yang dituduh menjual belikan burung Bayan yang dilindungi, terlebih Jumardi hanya menjual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setelah tak lagi bekerja sebagai TKI di Malaysia akibat pandemi Covid 19. (foto. das) Perbesar

Aliansi Mahasiswa Sambas memprotes penangkapan Jumardi, di Kantor BKSDA Kalbar, yang dituduh menjual belikan burung Bayan yang dilindungi, terlebih Jumardi hanya menjual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setelah tak lagi bekerja sebagai TKI di Malaysia akibat pandemi Covid 19. (foto. das)

Pontianak, reportasenews.com – Penangkapan Jumardi (36)  warga Dusun Tempakung, RT 01/ RW 01, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Kamis (11/2/2021) oleh tim Gakkum KLHK wilayah III Kalimantan, sempat diwarnai aksi unjukrasa Aliansi Mahasiswa dan elemen masyarakat Sambas, Selasa (2/3/2021).

Jumardi ditangkap  karena tuduhan menjual burung bayan yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan dimasukkannya sebagai daftar lampiran pada Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar

Aksi unjukras ini diikuti massa sekitar 40 orang dengan membawa alat peraga seperti sangkar burung, bendera merah putih dan spanduk bertuliskan Jumardi dibebaskan. Tagar #savejumardi mengema.

“Kami meminta keterbukaan informasi terkait proses hukum yang dijalani saudara Jumardi, serta meminta keadilan untuk saudara Jumardi yang terjerat hukum karena ketidaktahuannya tentang perlindungan satwa yang dituangkan dalam UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA hayati dan ekosistemnya,” kata Koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Sambas, Angga Marta.m

Angga meminta  BKSDA Kalbar untuk lebih gencar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai peraturan perundang-undangan

Setelah melakukan orasi massa diterima olehK Kepala Balai BKSDA Provinsi Kalbar Sadtata Noor Adirahmanta.

“Proses penangkapanbJumardi bukan dilakukan oleh BKSDA Kalbar namun dilakukan oleh Seksi bidang Balai gakkum bukan oleh BKSDA Kalbar,” jelas Sadtata.

Sadtata mengatakan BKSDA Kalbar hanya menanggani satwanya.

“Silahkan tanyakan ke seksi balai Gakkum untuk proses hukumnya. BKSDA Kalbar juga telah melaksanakan sosialisasi terkait satwa yang dilindungi apabila terdapat daerah yang belum tersentuh itu dikarenakan Kalbar sangat luas,” tukasnya.

Dijelaskannya, BKSDA Kalbar memdapat laporan bahwa tanggal 11 Februari 2021 ada penangkapan terhadap Jumardi, kemudian dititipkan satwa dari dirjen Gakkum.

Jumardi menjual satwa yang dilindungi jenis burung bayan atau Betet.

“Jangan hanya menvonis BKSDA Kalbar karena kami bertindak sesuai dengan kewenangan, kalaupun ada catatan terkait sosialisasi maka akan menjadi catatan BKSDA kedepannya,” tutupnya.(das)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bawa Kabur Gadis Dibawah Umur, Pria 36 Tahun Ditangkap

27 Januari 2022 - 21:52 WIB

Selidiki Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Polda Sumut Bentuk Tim Gabungan

27 Januari 2022 - 19:08 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

Indahnya Sunset di Ekowisata Telok Berdiri Kubu Raya

27 Januari 2022 - 11:48 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

Dinkes Pontianak Temukan 15 Kasus Baru Covid 19, 9 Kasus Ditemukan di Sekolah

27 Januari 2022 - 11:38 WIB

Trending di Daerah