Situbondo,reportasenews.com – Petugas Satuan Sabhara (Satsabhara) Polres Situbondo, melakukan penggerebekan terhadap rumah kosong yang berlokasi di Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur, yang dicurigai sebagai tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Sayangnya, dalam penggerebekan yang dilakukan petugas Sabhara Polres Situbondo, petugas tidak berhasil mengamankan pemilik rumah kosong tersebut, petugas hanya berhasil mengamankan barang bukti (BB) tiga bak berukuran besar, yang diketahui berisi ribuan liter BBM jenis solar.
Selanjutnya, untuk bahan penyelidikan barang bukti (BB) sebanyak tiga bak berukuran besar , yang diketahui berisi ribuan liter BBM jenis solar ilegal itu, langsung diamankan ke Mapolres Situbondo sebagai barang bukti (BB).
Diperoleh keterangan, aksi penggerebekan terhadap rumah kosong di Desa Jetis, Kecamatan Besuk, Situbondo, yang diduga dijadikan tempat penimbunan BBM jenis solar ilegal itu, setelah sebelumnya petugas mendapat laporan tentang aktifitas di rumah kosong tersebut.
Pasalnya, hampir setiap hari ada dua kendaraan pikap yang diketahui keluar masuk mengangkut BBM jenis solar. Mendapat laporan aktifitas yang mencurigakan di rumah kosong, petugas Satsabhara Polres Situbondo langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya melakukan penggerebekan terhadap rumah kosong tersebut.
Kasatreskrim Polres Situbondo, Jawa Timur AKP Masykur membenarkan, jika petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) tiga bak besar dari tempat penimbunan di rumah kosong Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Situbondo, yang diketahui berisi BBM jenis solar yang diduga ilegal.
”Sebagai bahan penyelidikan, barang bukti tiga besar yang berisi ribuan liter solar tersebut langsung diamankan di halaman belakang Mapolres Situbondo,”ujar Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Masykur, Jumat (5/10/2018).
Menurutnya, untuk mengungkap pemilik BBM jenis solar yang diduga ilegal tersebut, pihaknya akan memanggil sejumlah pekerja untuk diminta keterangannya.”Sebab, pada saat digerebek yang ada dilokasi kejadian hanya para pekerjanya,”pungkasnya.(fat)
