Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Daerah · 15 Mar 2024 17:04 WIB ·

Gerebek Rumah Warga, Polhut Taman Nasional Baluran Temukan 27 Kilogram Daging Satwa Dilindungi


					Gerebek Rumah Warga, Polhut Taman Nasional Baluran Temukan 27 Kilogram Daging Satwa Dilindungi Perbesar

Barang bukti daging satwa yang dilindungi seberat 27 kilogram.

 

Situbondo, reportasenews.com – Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Baluran Situbondo, menggerebek rumah salah seorang warga bernama M Totok Dianto (54) warga Dusun Karanganyar, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Penggerebekan yang dipimpin lkoordinator Polhut Taman Nasional Baluran Situbondo Sophaan Arief Suprihandoko mendapati daging satwa yang dilindungi, yakni daging rusa dengan berat 27 kilogram. Bahkan, petugas juga menemukan daging utuh dengan postur tubuh mirip lutung hitam ekor panjang.

Diduga kuat, dua ekor satwa yang dilindungi, seperti rusa dan lutung hitam ekor panjang itu, diburu oleh terlapor M Totok Dianto di kawasan hutan Taman Nasional Baluran Situbondo, Jawa Timur.

“Tekstur daging seberat 27 kilogram mirip dengan tekstur daging rusa. Selain itu, kami juga menemukan daging utuh postur tubuhnya mirip dengan lutung hitam ekor panjang,”ujar Sophaan Arief, koordinator Polhut Taman Nasional Baluran Situbondo, Jumat (15/3/2024).

Menurut dia, untuk proses hukum lebih lanjut, terlapor M Totok Dianto dan sejumlah barang bukti sebanyak 27 kilogram satwa yang dilindungi, dan diburu di kawasan Taman Nasional Baluran Situbondo itu, dilimpahkan ke Mapolsek Wongsorejo, Banyuwangi.

“Karena rumah terlapor di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, sehingga proses hukumnya juga dilimpahkan ke Mapolsek setempat. Selain itu, saat menggerebek rumah terlapor, kami juga didampingi petugas Polsek Wongsorejo,”katanya.

Pria yang akrab dipanggil Sophaan menambahkan, terlapor M Totok Dianto akan dijerat tentang dugaan tindak pidana perburuan liar sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (2) Undang-undang nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi sumberdaya alam dan ekosistem.

“Jika terbukti, terlapor akan dijerat pasal 21 ayat (2) Undang-undang nomor 5 tahun 1990, tentang konservasi sumberdaya alam dan ekosistem,”bebernya.

Sophaan menjelaskan, pihaknya melakukan penggerebekan di rumah M Totok Dianto, setelah pihaknya mendapat informasi dari warga, jika
rumah Totok menyimpan daging satwa liar

“Makanya, kami langsung menindaklanjuti informasi tersebut, dengan cara melakukan penggerebekan di rumah M Totok tersebut,”pungkasnya.

Sementara itu, M Totok Dianto mengaku tidak tahu daging satwa yang dilindungi seberat 27 kilogram, yang disimpan di frezer di rumahnya.

“Saya tidak tahu jenis daging tersebut, yang tahu hanya istri saya (Sri red-),”katanya.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Menpan RB: Rekrutmen CPNS dan PPPK Harus Rampung Tahun 2024

22 April 2024 - 20:38 WIB

Pasangan Anak Punk yang Mesum di Alun-alun Kota Situbondo Diamankan Satpol PP

22 April 2024 - 20:33 WIB

Gelapkan Sepeda Motor Polisi, Dua Tersangka Dijebloskan ke Penjara

22 April 2024 - 19:26 WIB

Penyakit DBD Mewabah, Rumah Sakit di Situbondo Dipenuhi Pasien

22 April 2024 - 18:46 WIB

Aksi Perampokan di Jalan Niaso Muaro Jambi Viral di Medsos

22 April 2024 - 17:30 WIB

Pemkab Sarolangun Sebut Berhasil Turunkan Angka Pengangguran 

22 April 2024 - 17:03 WIB

Trending di Daerah