Pontianak, Kalimantan Barat, reportasenews.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mendorong 14 kabupaten/ kota untuk menggerakan ekonomi karbon dalam pengembangan kawasan mangrove dan gambut secara kreatif dan Inovatif.
Hal ini disampaikan Gubernur dalam video conference dengan Bupati dan Walikota di Kalimantan Barat dalam rangka pemulihan hutan dan lahan sebagai upaya mendukung Folu Net Sink 2030.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat mencanangkan gerakan menanam pohon serentak untuk Kalimantan Barat teduh, hijau, dan lestari.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, serta seluruh Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Gubernur mengajak masyarakat untuk mendukung Folu Net Sink Tahun 2030 yang dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka menanam pohon sebanyak-banyaknya di sekolah maupun di luar sekolah.
“Sejak beberapa waktu yang lalu, saya ingin mengupayakan agar sekolah-sekolah menjadi hijau dan ditanami pepohonan. Di Kalbar ada sekitar 7.000 sekolah (SD, SMP, dan SMA). Kalau masing-masing sekolah ditanami 100 pohon, 10 sekolah sudah 70.000 pohon, dan kalau 100 sekolah sudah mencapai 700.000 pohon,” ajak Gubernur di SMAN 11 Pontianak, Selasa (19/7/2022).
Pohon-pohon yang ditanam di sekolah dapat dirawat oleh siswa-siswi di sekolah tersebut sebagai upaya pembelajaran dalam pengenalan serta menjaga kelestarian alam.
“Nanti anak-anak atau murid yang menjaga dan merawat tanaman. Sehingga, mereka peduli terhadap kelestarian hutan maupun hal lain yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Itulah yang menjadi tujuan kita,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat diharapkan dapat menyiapkan bibit dalam Pencanangan Gerakan Penanaman Pohon untuk mendukung Program Folu Net Sink Tahun 2030.
“Saya minta Dinas LHK Prov Kalbar beserta CSR perusahaan untuk menyiapkan bibitnya. Tapi, untuk lingkungan sekolah dan lingkungan kantor, saya lebih senang pohon yang produktif, seperti buah-buahan serta tanaman bebas seperti matoa, manggis. Sedangkan kalau lahan umum bisa petai atau jenis lainya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, IAdi Yani, mengatakan pencanangan penanaman ini dilakukan serentak di seluruh Kalbar berdasarkan arahan Gubernur untuk mulai menanam sejak dini.
“Hal ini dilakukan mulai dari murid sekolah, baik itu tingkat SD, SMP, dan SMA. Melalui kegiatan ini diharapkan Kalbar menjadi teduh hijau dan lestari yang seiring dengan program pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu Folu Net Sink Tahun 2030 yang ditanam bersamaan sebanyak 65.000 tanaman dari 6.400 sekolah di Kalbar pada hari ini,” tutup Adi Yani.
Folu Net Sink 2030 merupakan sebuah kondisi yang ingin dicapai melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dimana tingkat serapan sama atau lebih tinggi dari tingkat emisi. Maka dari itu, upaya untuk mencapainya dengan alokasi lahan yang selektif dan terkontrol untuk pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan yang adil dan merata bagi masyarakat Indonesia. (das)
