Search

Gubernur Kalbar, Sutarmidji Kesal Masih Terjadi Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji . (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji menyoroti lemahnya pendistribusian dan pengawasan sehingga timbul kelangkaan gas elpiji untuk rakyat miskin tiga kilogram yang terus terjadi, bahkan menimbulkan antrian panjang hingga saat ini. Beberapa operasi pasar yang digelar, juga tak mampu mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg, bahkan di beberapa daerah di Kalimantan Barat, orang nomor satu ini menyebut harga gas Elpiji 3 kg bisa mencapai harga Rp 30 ribu per tabung.

“Saya sudah sering sudah sering memanggil pihak PT. Pertamina namun hal yang sama tetap saja terulang. Bukan sekali, mungkin udah lima, enam kali, kan tiap satu tahun sudah lima, enam kali terulang kayak gini terus,” ketus Sutarmidji, saat di temui di Kantornya usai penyerahan sapi Simental sumbangan qurban dari Presiden Jokowi, Selasa, (28/7/2020).

Sutarmidji mengaku kesal, karena yang disalahkan selalu pengecer dan distributor.

Yang jelas, kelangkaan ini terjadi karena Pertamin mengurangi pasokan. Karena tidak mungkin kelangkaan terjadi, soalnya tabung gas elpiji 3 kg ini tersedia stok cukup banyak.

“Kecuali tabungnya tak ada, gasnya kan ada. Kalau ulah spekulan gak mungkin, soalnya ini tiba-tiba hampir di seluruh daerah. Begini terus setiap tahun, jadi mau apa. Jika ada pelanggaran distributor atau pengecer, cabut saja izinnya, ngape susah susah,” keluhnya.

Sutarmidji malah menyoroti lemahnya ketegasan Pertamina mencabut izin pendistribusian gas elpiji 3 kg, sehingga ia menduga ada permainan oknum di dalam Pertamina.

“Bermain dengan pengelola gas, ini tidak benar. Saya salahkan ini Pertamina dan mungkin tempat pengisian di Wajok, karena tak mungkin kan gas disimpan lama-lama, pejabatnya tidak becus,” tudingnya.

Kondisi kelangkaan gas tabung melon ini dinilai sangat menyusahkan masyarakat. Belum lagi di daerah-daerah harga jualnya menjadi tinggi mencapai Rp30 ribu per tabungnya. Belum lagi di tengah situasi pandemi Covid-19, warga harus berdesak-desakan mengantre gas.

“Bahaya dalam kondisi kayak gini, jangan sampai ada kluster (Covid-19) baru, kluster antrean elpiji,” pungkasnya. (das)




Loading Facebook Comments ...