Situbondo,reportasenews.com – Untuk mengantisipasi adanya korban yang tergeletak di tempat umum dan diduga terpapar virus corona atau Covid 19, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Situbondo, menggelar simulasi penanganan Covid 19, Selasa (14/4/2020).
Kegiatan simulasi yang dilaksanakan di halaman depan MapolresSitubondo itu, melibatkan petugas gabungan antara Polres Situbondo, Kodim 0823 Situbondo, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan taganan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo.
Kapolres Situbondo AKBP Sugandi mengatakan, kegiatan simulasi ini bertujuan untuk koordinasi dan sinkronisasi tindakan. Sebab, apabila ditemukan warga yang terpapar virus corona ataupun pasien yang meninggal karena Covid-19.
”Sehingga apabila menemukan ada korban tergeletak di jalan dan diduga terpapar covid 19, petugas dapat mengambil tugasnya masing-masing, karena sudah memahami tugasnya,”ujar Kapolres AKBP Sugandi, Selasa (14/4/2020).
Menurutnya, ada beberapa poin yang dilaksanakan dalam simulasi tersebut, diantarnya cara penggunaan APD, cara penyemprotan disinfektan, evakuasi warga yang positif terpapar virus Corona dan penanganan pasien positif yang meninggal dunia sesuai dengan protocol kesehatan yang telah ditetapkan.
“Simulasi ini untuk menambah pengetahuan kepada personil yang bertugas dilapangan dan juga di pos observasi Covid-19, agar petugas mengerti dan paham dengan tugasnya masing-masing, sehingga langsung mengambil tindakan, “imbuh AKBP Sugandi.
Lebih jauh AKBP Sugandi menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Situbondo telah menyiapkan posko observasi di 5 lokasi. Antara lain, di kawasan Utama Raya Kecamatan Banyuglugur; depan kantor Kecamatan Suboh; Terminal Situbondo; di tepi jalan raya Desa Kalibogor depan Polsek Kota; Pelabuhan Jangkar; dan di Pos Lantas Baluran Kecamatan Banyuputih.
“Perlu juga kami tegaskan, agar masyarakat memahami dan tidak ada alasan lagi untuk menolak pasien yang meninggal dunia karena COVID-19. Karena penanganannya sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Jadi dipastikan aman,” pungkas AKBP Sugandi.(fat)
