Menu

Mode Gelap

Nasional · 26 Mar 2017 16:12 WIB ·

“Hantu Laut” Prajurit Taifib Marinir Dituntut Keterampilan Tinggi


					Dan Pasmar 2 Brigjen TNI Mar. Nur Alamsyah, ketika memberikan pembekalan kepada prajurit Batalyon Taifib 2 yang sedang melakukan latihan latihan triwulan 1 di Kawasan Gunung  Congsot,  Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten. (foto-foto: Wiwit/Taifib 2) Perbesar

Dan Pasmar 2 Brigjen TNI Mar. Nur Alamsyah, ketika memberikan pembekalan kepada prajurit Batalyon Taifib 2 yang sedang melakukan latihan latihan triwulan 1 di Kawasan Gunung Congsot, Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten. (foto-foto: Wiwit/Taifib 2)

Pandeglang, reportasenews.com – Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI Mar. Nur Alamsyah menginstruksikan kepada prajurit Intai Amfibi (Taifib) tidak pernah lelah menajamkan keterampilan sebagai pasukan khusus di Korps Marinir.

“Menjadi seorang Taifib, bisa dikatakan menjadi pasukan yang berada di atas rata-rata pasukan lain, kamu harus berlatih dan berlatih. Kalian harus bangga menjadi Taifib dan jangan pernah merasa jadi pasukan nomor dua, karena Taifib yang diandalkan dan dibanggakan di Pasmar 2,” tegas Brigjen TNI Mar. Nur Alamsyah, ketika memberikan pembekalan kepada prajurit Batalyon Taifib 2 yang sedang melakukan latihan latihan triwulan 1 di Kawasan Gunung  Congsot,  Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten.

Batalyon Intai Amfibi 2 Korps Marinir merupakan Satuan Pelaksana yang berada di bawah kendali langsung Pasmar-2. Para prajurit Taifib dituntut untuk memelihara dan meningkatan kemampuannya dalam rangka melaksanakan tugas-tugas pengintaian amfibi. Selain itu, kemampuan  dalam pengintaian darat, operasi tempur darat maupun operasi khusus pun juga wajib ditingkatkan dan dipelihara dalam rangka mendukung satuan tempur lainnya.

Batalyon Intai Amfibi 2 Korps Marinir merupakan Satuan Pelaksana yang berada di bawah kendali langsung Pasmar-2. Para prajurit Taifib dituntut untuk memelihara dan meningkatan kemampuannya dalam rangka melaksanakan tugas-tugas pengintaian amfibi. (foto: Wiwit/Taifib 2)

Batalyon Intai Amfibi 2 Korps Marinir merupakan Satuan Pelaksana yang berada di bawah kendali langsung Pasmar-2. Para prajurit Taifib dituntut untuk memelihara dan meningkatan kemampuannya dalam rangka melaksanakan tugas-tugas pengintaian amfibi.

Tidak mudah memang untuk menjadi seorang prajurit Taifib, karena harus melalui seleksi yang terbilang cukup ketat. Prajurit Taifib berasal dari Marinir pilihan yang mempunyai kemampuan fisik prima, serta mempunyai psikologis standar Pasukan Khusus sesuai tuntutan.

Secara rasio, pasukan Taifib selalu jauh lebih kecil dari pasukan biasa atau reguler. Hal tersebut dikarenakan dalam tugas-tugas khusus prajurit Taifib dituntut untuk memiliki kecepatan dan kerahasiaan yang tinggi. Selain itu dalam hal keakuratan, keuletan, disiplin lapangan serta keberhasilan tugas juga menjadi tuntutan seorang prajurit Taifib.

“Pasukan Taifib ini memang kecil, tapi harus membanggakan Korps Marinir,” harap Brigjen TNI Mar. Nur Alamsyah.

 

Hutan Gunung

Dalam latihan yang sudah berlangsung selama lima hari di medan gersang dengan suhu mencapai 40 derajat Celcius itu, berbagai skenario peperangan dan infiltrasi dijalankan dengan kesungguhan. Wajah dengan cat penyamar wajah, ransel besar yang berat dan baju loreng yang basah oleh keringat bercampur lumpur, menjadi makanan sehari-hari para prajurit.

Asisten Operasi Pasmar 2 Letkol (Mar) Kresno Pratowo yang memantau latihan triwulan ini secara langsung menjelaskan, bahwa prajurit Taifib dididik dengan ketat dan keras melalui beberapa tahapan. Setiap tahap yang dibuat bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan dalam melanjutkan proses penggemblengan untuk menjadi prajurit Taifib yang mumpuni.

“Sebagai pasukan khusus, satuan Taifib secara reguler melakukan latihan penyegaran agar siap diterjunkan dalam tiga medan baik kemampuan terjung payung, perairan dan hutan gunung,” ujar Kresno.

Prajurit Taifib dilatih secara khusus mengikuti program yang ketat dengan tingkat resiko yang tinggi. Hal tersebut terdeskripsikan dalam program berupa pembinaan fisik yang keras. Tak hanya itu, pembinaan mental dengan tingkat stressing yang tinggi juga dilakukan, bahkan pembinaan berbagai keterampilan khusus pun dikondisikan seperti dalam tugas yang nyata. Latihan-latihan tersebut meliputi kemampuan dalam tiga bidang, yakni di laut, darat dan udara.

Prajurit Taifib harus mempunyai kemampuan melaksanakan tugas secara mandiri karena jauh dari Induk Pasukan.

“Hal tersebut berarti seorang prajurit Taifib harus mampu melaksanakan survival baik secara tim maupun secara individu. Mereka pun harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dan mampu mengatasi tekanan mental di daerah penugasan,” ujar mantan Dan Yon Taifib 1 ini.

Dalam latihan yang digelar secara khusus untuk peperangan hutan gunung ini, prajurit satuan setingkat kompi (SSK) berlatih menembak sniper, menembak reaksi, menembak lorong, kontak drill. Dilanjutkan dengan materi patroli intai tempur, raid (penyergapan) , konsolidasi hingga long march sejauh 30 km di hutan gunung.

“Tujuan latihan ini melatih kemampuan perorangan, kerjasama tim pada tingkat dasar ke tingkat lanjutan,” ujar Kresno.

Setidaknya ada tiga sasaran latihan Batalyon Taifib 2 ini. Pertama meningkatkan naluri tempur pada operasi sesungguhnya, kedua peningkatan kerja sama antar tim, ketiga meningkatkan keterampilan manuver sebagai satuan depan.

Setidaknya ada tiga sasaran latihan Batalyon Taifib 2 ini. Pertama meningkatkan naluri tempur pada operasi sesungguhnya, kedua peningkatan kerja sama antar tim, ketiga meningkatkan keterampilan manuver sebagai satuan depan.(foto: Wiwit/Taifib 2)

Setidaknya ada tiga sasaran latihan Batalyon Taifib 2 ini. Pertama meningkatkan naluri tempur pada operasi sesungguhnya, kedua peningkatan kerja sama antar tim, ketiga meningkatkan keterampilan manuver sebagai satuan depan.

Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Letkol Mar. Rino Rianto menyebutkan pola latihan ini meliputi pertahanan darat, mereka akan dilepas di tengah hutan dan pegunungan agar berlatih bertahan hidup. Tak ada perbekalan yang diberikan, kecuali perlengkapan tempur, seragam dan tubuhnya saja.

“Saat kita kehabisan logistik, ini lah berkah dari ilmu survival. Dimana dalam keadaan lapar kami tetap bisa bertahan hidup, kami juga belajar untuk mengetahui tanaman mana yang bisa dimakan maupun tidak,” lanjutnya.

Julukan si ‘Hantu Laut’ layak disematkan kepada pasaukan Taifib milik TNI AL ini. Dengan kemampuan individu di atas rata-rata dan mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Kemampuan infiltrasi dan eksfiltrasi ke daerah musuh, free fall dengan sistem HALO dan HAHO, STABO/SPIE, berenang, menyelam, dan kemampuan bawah air sebagai combat swimmer melalui peluncur torpedo kapal selam menjadi kemampuan mutlak yang harus dimiliki pasukan elite ini. (tat)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Mesin Perahun Mati, Nelayan Situbondo Terombang-ambing di Perairan Madura

18 Juli 2024 - 11:44 WIB

Polda Kalsel Ungkap 14 Kasus Tambang Ilegal Dalam Operasi Peti Intan 2024

17 Juli 2024 - 16:27 WIB

Kapolri Pastikan Hasil Pengusutan Kasus Vina Cirebon akan Disampaikan Secara Transparan

17 Juli 2024 - 16:04 WIB

Satgas Pamtas RI Gagalkan Penyeludupan 35,9 Kilogram Sabu dan 35 Ribu Butir Pil Ekstasi di Sambas-Pontianak

17 Juli 2024 - 15:38 WIB

Usai Dilantik, AKBP Rezi Dharmawan Resmi Jabat Kapolres Situbondo

17 Juli 2024 - 15:06 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pejabat Pemprov Jambi di Tes Urine Secara Mendadak

17 Juli 2024 - 14:52 WIB

Trending di Daerah