Pontianak, reportasenews.com – Hari ini, Kamis (13/8/2020) Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura bertambah kasus Covid 19 menjadi 10 kasus terkonfirmasi positif Covid 19.
“Kasus baru positif Covid 19 sebanyak 10 kasus ini terdiri dari 8 orang guru di Kabupaten Melawi, di Kabupaten Kubu Raya 1 orang, dan kota Pontianak 1 orang. Dan pada hari ini juga Provinsi Kalimantan Barat kasus konfirmasi yang dinyatakan sembuh ada 18 orang, terdiri dari kota Pontianak 6 orang, Kabupaten Ketapang 8 orang, Bengkayang 2 orang dan Sambas ada 2 orang, sehingga sampai saat ini kasus konfirmasi positif Covid 19 aktif ada 37 orang (yang masih dinyatakan aktif) terdiri dari Melawi ada 8 orang, Kubu Raya 8 orang, Kabupaten Landak 7 orang, Ketapang 6 orang, Kota Pontianak 5 orang dan diluar wilayah ada 3 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson, Kamis (13/8/2020) di kantornya.
Harisson menjelaskan, untuk persiapan sekolah tatap muka karena ada masih ditemukan kasus terkonfirmasi positif guru dan siswa di beberapa kabupaten/kota maka sekolah tatap muka akan ditunda sambil melihat situasi atau trend kecenderungan kasus Covid 19 di Kalimantan Barat.
“Yang penting adalah keselamatan guru, murid dan masyarakat, ini harus dikedepankan, kenapa sekolah tatap muka ditunda,” tegasnya.
Dengan demikian, Provinsi Kalimantan Barat saat ini per tanggal 13 Agustus 2020, kasus Covid 19 mencapai 439 orang, dimana 398 sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.
“Sesuai arahan dan himbauan bapak Gubernur Kalimantan Barat telah mengingatkan Dinas Kesehatan Provinsi, dan seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/kota untuk terus melakukan tracing, trackking, treatment, testing dan isolasi untuk melakukan uji swab kepada masyarakat, serta setiap per minggu mengirimkan sampel swab 150 – 200 sampel swab untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura,” jelasnya.
Sampel swab ini yang dikirim ini untuk melakukan tracking dan testing apabila nantinya sampel swab di uji kembali di laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjung pura, hasilnya positif maka akan dilakukan treatment peningkatan imunitas, termasuk isolasi bagi mereka yang bersangkutan terkonfirmasi positif.
“Mulai besok akan ada pemeriksaan sampel swab kepada penumpang-penumpang pesawat yang mendarat di Bandara Supadio Pontianak. Penumpang yang diambil atau pemeriksaan swab adalah penumpang yang berasal Surabaya atau Jakarta, atau daerah lainnya sekitar 10 persen dari jumlah penumpang, sampel swabnya akan diperiksa kembali di Laboratorium Rumah Sakit Universitas Tanjungpura, selanjutnya jika penumpang hasilnya positif maka prosedurnya harus menjalani isolasi baik di Upelkes maupun di Rusunawa yang telah disiapkan pemerintah,” tegasnya.
Pengetatan pemeriksaan penumpang pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Supadio dengan uji swab bertujuan untuk mencegah penularan Covid 19 dari daerah lain ke Kalimantan Barat.
Sementara perkembangan terbaru kasus Is, pasien Covid 19 yang sempat kabur asal Jombang masih belum sembuh dan masih menjalani isolasi. Saat ini Is kondisinya baik, namun setelah 10 hari akan kembali diperiksa swabnya, jika hasilnya non reaktif, IS secepatnya dipulangkan ke daerah asalnya. (das)
