Site icon Reportase News

Harley Davidson Kini Dibuat Di Thailand

HD kini bukan identik buatan AS, mereka memindahkan pabrik ke Thailand

Thailand, reportasenews.com – Harley Davidson (HD) motor ikonik dari AS ini kini membuka pabriknya di Thailand. Sebagian mencibir ini karena motor simbol gaya hidup AS terkenal ini ternyata bukan buatan dalam negeri Amerika.

Harley-Davidson adalah contoh realitas ekonomi yang mendorong perusahaan AS membuat PHK pekerja di dalam negerinya, dan mengalihkan produksi ke pabrik baru di luar negeri. Serikat pekerja yang mewakili pekerjanya menuduh perusahaan memotong pekerjaan AS untuk mempekerjakan pekerja asing dengan gaji lebih rendah. Namun, hambatan perdagangan global dan kedekatan dengan basis konsumen baru yang terus tumbuh juga berperan, ini membuat HD harus membuka pabrik diluar Amerika.

“Ini sama sekali bukan tentang mengambil pekerjaan dari Amerika Serikat,” kata Marc D McAllister, managing director penjualan internasional di HD yang berbasis di Singapura. “Ini tentang menumbuhkan bisnis kita di Asia.”

Namun, serikat pekerja yang mewakili pekerjanya di Amerika Serikat menyikapinya dengan geram.

“Mengapa kita tidak bisa membangunnya di AS dan mengekspornya?” Tanya Leo W Gerard, presiden internasional United Steelworkers, yang mewakili pekerja Harley-Davidson di pabrik-pabrik di Wisconsin dan Missouri. Dia mengungkapkan kekhawatiran bahwa perusahaan tersebut memasuki “perlombaan ke bawah” dalam mencari biaya tenaga kerja murah.

“Ini adalah tamparan bagi pekerja AS yang membangun sebuah ikon Amerika,” kata Robert Martinez Jr, presiden internasional Asosiasi Pekerja Machinists dan Aerospace Internasional. Serikat pekerja tersebut mewakili pekerja Harley Davidson di pabrik termasuk satu di York, Pennsylvania, di mana perusahaan tersebut berencana untuk memberhentikan lebih dari 100 pekerja.

HD telah lama memandang ke luar negeri di tengah lambannya pertumbuhan rumah mereka sendiri. Penjualan motornya dipasar internasionalnya tahun lalu tumbuh 2,3%; Sebaliknya, penjualan di Amerika Serikat turun 3,9%. (Hsg)

Exit mobile version