Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 12 Mei 2017 14:16 WIB ·

Hati-hati ! Bahaya Dibalik Nikmatnya Ikan Asin


					ikan asin memeng nikmat, namun hati-hati bahaya dibalik nikmatnya ikan asin . (foto: istimewa) Perbesar

ikan asin memeng nikmat, namun hati-hati bahaya dibalik nikmatnya ikan asin . (foto: istimewa)

MAKAN nasi hangat dengan sambal terasi dan ikan asin, hmmm… itu terasa makanan ternikmat khas Indonesia yang diciptakan dengan “sempurna”. Namun di balik rasa kuliner itu, harus hati-hati karena ikan asin mengandung risiko kesehatan.

 Ikan asin, diproses dari ikan mentah menjadi kering dengan menambahkan garam dan dijemur hingga kering. Dari situ jelas sekali, makanan ini mengandung banyak garam. Garam digunakan sebagai pengawet alami pada ikan asin.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan batas konsumsi garam yang baik bagi tubuh sekitar lima gram per hari, sedangkan pada ikan asin, jumlah garam yang dikandung pasti lebih dari itu.

Risiko Kanker dan Sakit Jantung

Data dari American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan tingginya konsumsi garam harian dapat meningkatkan risiko kanker sebesar 15 persen dan masalah jantung sebesar 20 persen. Hasil tersebut didapat dari penelitian pada 80.000 wanita dan pria.

Yang perlu disadari, para produsen yang memproses ikan menjadi ikan asin tidak segan-segan menambahkan formalin sebagai pengawet. Formalin yang masuk ke tubuh manusia bersifat karsinogen. Senyawa itu memicu risiko kanker

Karena itu, ada baiknya membatasi konsumsi ikan asin, konsumsilah sesekali saja.

Bagaimana cara mengetahui bahwa ikan asin mengandung formalin atau tidak? Berikut panduannya:

  1. Ikan Asin Sangat Awet

Ikan asin yang tidak mengandung formalin biasanya cepat busuk dan rusak jika diletakkan di ruangan biasa. Sedangkan ikan asin yang diberi pengawet bisa tahan hingga satu bulan lebih.

  1. Bau Khas Ikan Asin Hilang

Ikan asin biasanya berbau tidak sedap dan ada aroma khasnya. Jika Anda tidak mencium aroma tersebut dan bahkan tidak ada aroma apapun pada ikan asin itu, kemungkinan karena sudah dicampur formalin.

  1. Daging Lebih Keras dan Alot

Daging ikan asin biasanya mudah hancur dan rapuh. Anda harus waspada pada ikan asin yang dagingnya alot, keras dan susah diambil dengan tangan. Formalin akan membuat bahan makanan lebih alot dan tidak mudah hancur.

  1. Tidak dihinggapi lalat dan kucing tidak mau makan

Lihatlah di bagian atas ikan asin, apakah ada lalat yang hinggap? Jika ada, itu adalah hal yang baik, karena lalat biasanya punya sensor lebih peka, sehingga mereka tidak mau hinggap di bahan makanan yang sudah tercampur bahan kimia. Coba tes juga ikan asin dengan memberinya pada kucing, jika kucing tampak menolak, ada kemungkinan ikan asin itu mengandung formalin. (tat/drl)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

Dinkes Pontianak Temukan 15 Kasus Baru Covid 19, 9 Kasus Ditemukan di Sekolah

27 Januari 2022 - 11:38 WIB

15 Siswa dan Guru di Pontianak Terpapar Covid 19, Sekolah Diliburkan

21 Januari 2022 - 19:13 WIB

Tak Setuju Ibu Kota Dipindah, Din Syamsuddin akan Gugat UU IKN ke MK

21 Januari 2022 - 16:35 WIB

Trending di Nasional