Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Internasional · 12 Des 2016 04:48 WIB ·

Hebat, Swedia Sampai Kehabisan Sampah Untuk Recycling


					Proses sortir sampah untuk daur ulang / growourown Perbesar

Proses sortir sampah untuk daur ulang / growourown

Swedia, reportasenews.com : Sungguh luarbiasa, Swedia sudah kehabisan sampah untuk melakukan daur ulang (recycling) tahun ini. Negara didunia ini yang paling hebat dalam recycling bisa jadi Swedia. Semua sampah didaur ulang oleh mereka, produk hasil recycling itu lantas dipakai sendiri didalam negeri atau dijual kenegara lain. Hanya 1% sampah yang tidak terpakai dimusnahkan di TPA setempat.

Negara Uni Eropa banyak mengirimkan sampah mereka ke Inggris untuk didaur ulang. Inggris salah satu yang juga mengirimkan sampah ke Swedia agar dapat diolah lagi menjadi barang berharga layak pakai. Sekitar 45% sampah dari Inggris masuk ke Swedia untuk daur ulang. Negara Swedia memang dikenal sebagai salah satu negara yang punya budaya menjaga mutu lingkungannya.

Swedia adalah salah satu negara pertama di Eropa yang menerapkan pajak berat pada bahan bakar fosil pada tahun 1991 dan sekarang hampir separuh konsumsi listriknya berasal dari energi terbarukan seperti solar panel, tenaga kincir angin, turbin air, serta gas alam.

“Orang Swedia suka sekali dengan aktifitas dialam bebas dan mereka menyadari apa yang perlu kita lakukan pada isu-isu lingkungan alam. Kami berkomunikasi untuk waktu yang lama, membuat orang sadar untuk tidak membuang sampah dialam sehingga kita dapat mendaur ulang dan menggunakan kembali, ” kata Anna-Carin Gripwall, direktur komunikasi untuk Avfall Sverige, asosiasi daur ulang Manajemen Limbah Swedia.

Seiring waktu, Swedia telah menerapkan kebijakan daur ulang nasional yang kohesif sehingga meskipun perusahaan swasta melakukan sebagian besar bisnis mengimpor dan pembakaran sampah, energi masuk ke dalam jaringan pemanasan nasional untuk memanaskan rumah melalui musim dingin Swedia yang kejam membeku.

“Itu alasan utama bahwa kita memiliki jaringan didaerah ini, sehingga kita dapat menggunakan pemanasan dari limbah tanaman. Di bagian selatan Eropa mereka tidak memanfaatkan pemanasan dari sampah, itu hanya pergi keluar cerobong asap. Di sini kita menggunakannya sebagai pengganti bahan bakar fosil, ” kata Ms Gripwell menambahkan (HSG/ Indpendent).

Komentar
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Coblos Surat Suara Sisa, Petugas KPPS Jambi Dipidana

24 Februari 2024 - 22:57 WIB

Cabuli Anak Tirinya, Pria 40 Tahun di Bondowoso Ditangkap

24 Februari 2024 - 17:45 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno Apresiasi Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2024

24 Februari 2024 - 17:13 WIB

Subhanallah, Pria di Situbondo Meninggal Saat Sujud Shalat Ashar Berjamaah di Masjid

24 Februari 2024 - 06:40 WIB

Bupati Karna Suswandi, Panen Raya Padi BK 01

23 Februari 2024 - 21:01 WIB

Pemkab Situbondo Segera Cairkan Honor Ribuan Linmas yang Tertunda

23 Februari 2024 - 17:58 WIB

Trending di Daerah