Site icon Reportase News

Heboh Kemunculan Buaya di Sungai Jawi, BKSDA Kalbar sayangkan Penanganan

Buaya sungai yang bikin heboh waga

Pontianak, Reportasenews.com – Sudah dua hari ini, warga di sepanjang Sungai Jalan Haji Rais A. Rahman, Pontianak dihebohkan dua penampakan buaya muara.

Anak buaya muara ini beberapa kali muncul ke permukaan air sungai yang tenang membuat ibu-ibu yang biasa mandi di sungai kuatir dengan ancaman buaya ini.

Ratusan warga sejak sore hingga malam kemarin langsung menyemut dan memadati garis tepian Sungai jawi.

Bahkan kabar kemunculan buaya ini menyebar luas di media sosial. Kabar ini pun menyulut aksi warga yang kemudian melakukan penyisiran dengan menggunakan sampan untuk menangkap buaya.

Warga resah karena laporan penangganan yang diinginkan warga dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat tak kunjung tiba. Anak buaya muara ukuran panjang satu meter akhirnya tertangkap Selasa (7/3) dini hari tadi.

Anak buaya ini langsung dikerumuni warga dan dinaikan ke daratan hingga diikat. Karena penanganan yang salah, anak buaya muara ini akhirnya mati lemas.

Balai konservasi sumber daya Alam Kalimantan Barat mengklaim telah menerima laporan warga dan telah menurunkan  tim gugus tugas TSL BKSDA Kalbar dengan melakukan kegiatan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) di tempat kejadian perkara.

“Tim gugus tugas TSL melakukan wawancara kepada beberapa warga antara lain  Ibu Maryana, menurut beliau di daerah situ sering muncul buaya panjang kurang dari 1 meter apakah itu buaya beneran atau kepercayaan masyarakat kembarannya lahir kembar buaya,” kata Kasubag Tata usaha dan informasi, Toto Sutiyoso, kepada wartawan.

Toto mengatakan dari  informasi tambahan yang di dapat dari  ibu Wati, penjual es cendol yang berjualan di lokasi, 4 hari yg lalu telah melihat di depan Pal 3 depan pukesmas tidak jauh dari jembatan dr Wahidin Sudirohusodo dan jalan Sepakat ada melihat kemunculan buaya.

“Sudah berkali-kali warga melaporkan kemunculan buaya ini, tim juga sudah turun. Namun sayang warga memilih tindakan sendiri dengan beramai-ramai menangkap buaya muara dengan menggunakan jaring, tentu kita menyayangkan akhirnya buaya yang ditangkap mati,” terangnya.

Toto menjelaskan BKSDA telah mengambil langkah yang akan di ambil BKSDA apabila antara lain menghimbau kepada masyarakat di sepanjang sungai tersebut agar lebih berhati hati dalam kegiatan MCK di kawasan tersebut, mengingat kemunculanya tidak terduga.

Selanjutnya BKSDA akan melakukan rescue jika kemunculannya biaya meningkat dan mencegah terjadinya konflik dengan masyarakat. Dan tentunya keselamatan buaya tersebut.

“Kerjasama masyarakat dan berbagai pihak di perlukan untuk keselamatan warga sekitar wilayah  dan juga buaya,” pintanya.

Bagi masyarakat yang mendapatkan  informasi lebih detail informasi terkini dapat di sampaikan ke BKSDA. “Buaya yang mati sedang dilakukan nekropsi di Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan Provinsi kalimantan barat untuk mengetahui penyebab kematian buaya ini,” ringkasnya.(ds)

Exit mobile version