Jakarta, Reportasenews.com – Pemuda, ulama dan media adalah agen perubahan (agent of change) bangsa. Demikian disampaikan Staf Ahli Sosial Politik Kapolri, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Ike Edwin pada acara Pembukaan Konferensi Besar IV Pemuda Muslim Indonesia di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Jakarta, Sabtu (20/5/17).
Pada acara bertema “Kiprah Pemuda Muslim dalam Membela dan Mempertahankan NKRI dengan Mengamalkan Jiwa dan Semangat Proklamasi, UUD 45, dan Pancasila” itu, Ike Edwin mengimbau agar ketiga elemen itu bisa menjalankan fungsinya menjaga ketahanan nasional, menjaga semangat kesatuan dan persatuan yang berwawasan Nusantara seperti yang diamanahkan oleh UUD 45.
“Saat ini banyak lembaga pemerintah, swasta yang tersandung kasus korupsi. Kita ini sedang krisis keteladanan. Di tengah krisis keteladanan bangsa seperti ini, peran pemuda, ulama dan media sangat kuat untuk menjadi agen perubahan. Sayangnya, fondasi dari tiga elemen yang bisa menjadi agen perubahan ini pun saat ini kondisinya lemah,” ujar Ike Edwin.
Ike Edwin berharap agar pemuda dan kalangan mahasiswa yang memiliki intelektual tinggi, idealis, harus berani bersikap kritis, konstruktif, serta menjunjung tinggi keadilan. Sebab, peran mereka sangat strategis dalam melakukan pengawasan agar roda pemerintahan berjalan dengan baik dan bersih. Selain itu, pemuda adalah pemegang tongkat estafet perjuangan para pemimpin yang saat memegang amanah. Karena itu, mereka harus bisa menjadi generasi penerus yang bersih sehingga bisa menghapus krisis keteladanan yang saat ini terjadi di negeri ini.
Selain pemuda, Menurut Ike Edwin, para ulama juga memiliki peran penting dalam membangun moral politik bangsa dan mendidik umat. Untuk itu, ulama juga berperan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Salah satu elemen yang bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah ulama . Tapi sayangnya, saat ini pun banyak ulama justru terkotak-kotak. Ini bisa memicu disintegrasi,” ujar mantan Kapolda Lampung itu.
Agen perubahan yang tak kalah penting adalah media massa. Dengan kekuatannya yang besar, media bisa menjadi alat kontrol sosial sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Sayangnya, menurut Ike Edwin, saat ini pun idealisme media massa juga sudah banyak yang luntur. Bahkan, tak sedikit media yang menjadi partisan dan mau digunakan oleh sekelompok kepentingan.
“Jika ketiga elemen itu sudah tidak bisa lagi menjalankan fungsinya dengan benar, selesailah bangsa ini,” ujar Ike Edwin.(tan/han)
