Situbondo, reportasenews.com – Jajaran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menggelar tasyakuran dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-13 lembaga yang juga dikenal Indonesia Eximbank tersebut, Kamis (1/9/2022). Tema yang diusung dalam acara tersebut adalah LPEI APIK (agile, profesionalisme, integritas dan kreatifitas).
Dalam sambutannya, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan LPEI dibentuk oleh Kementerian Keuangan untuk mendorong ekspor nasional. Oleh karena itu, pihaknya berharap di HUT ke-13 ini harus dijadikan sebagai momentum untuk bekerja lebih baik lagi.
“Saya berharap LPEI dapat terus meningkatkan kolaborasi dengan memanfaatkan
sumber daya yang ada. Misalnya anda ingin menjalankan program desa devisa, ayo
kerjakan, kita bisa membina mereka menjadi pusat produksi yang lebih kompetitif,” ucanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso, menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk mengedepankan kolaborasi guna menciptakan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas ucapan dan arahan yang diberikan
oleh Menteri Keuangan RI. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan
meningkatkan kinerja lembaga mengacu pada core values lembaga6 “APIK” dalam
rangka mendorong ekspor nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Riyani mengungkapkan, pihaknya memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Ditjen Bea Cukai, DJKN, DJPPR, Pajak, dan SMV. Sehingga eskpor Indonesia semakin meningkat.
“Misalnya melalui program desa devisa, rumah ekspor dan pelatihan
UMKM berorientasi ekspor. LPEI juga mengembangkan kolaborasi bersama
Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan
UKM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Parekraf, Kemedes PDT, serta pihak perbankan,” tukasnya.
Riyani optimis dengan kolaborasi tersebut dapat meningkatkan daya saing
produk atau komoditas lokal, sehingga mampu merambah pasar dunia. Kami juga memberi pembiayaan untuk mendorong kinerja ekspor, serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM Sarinah yang berorientasi ekspor,” pungkasnya. (fat)
