Menu

Mode Gelap

Feature · 7 Jun 2023 14:59 WIB ·

Internasionalisasi Bahasa Indonesia Melalui Aplikasi KIBAR BAHASA


					Internasionalisasi Bahasa Indonesia Melalui Aplikasi KIBAR BAHASA Perbesar

Eva bersama tim KIBAR BAHASA. (foto: dok kibar bahasa).

 

Jakarta, reportasenews.com – Aplikasi KIBAR BAHASA hasil karya sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempermudah turis asing dalam mempelajari bahasa Indonesia,

Para mahasiswa tersebut diantaranya Bagus Febrianfah Sanrio dari Universitas Mercu Buana, Danneta Yasmina Rahandani asal Universitas Brawijaya, Dina Azza Nuraqila asal Universitas Indonesia, Iken Krisma Ayu asal Universitas Negeri Jakarta, Chintya Maulini asal Universitas Pertamina, dan Ahmad Rizky Farhan (mahasiswa double degree) asal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Negeri Jakarta, .

KIBAR BAHASA merupakan sebuah purwarupa aplikasi yang bertujuan untuk mendigitalisasi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Aplikasi ini ditujukan untuk masyarakat asing yang tertarik untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Simon dan koleganya bersama tim KIBAR BAHASA

Danneta, wakil ketua tim Krida 2 dan salah satu pencetus aplikasi KIBAR BAHASA mengatakan, Aplikasi ini  dirancang dengan tujuan besar kami untuk mempermudah turis asing dalam mempelajari bahasa Indonesia, terutama saat mereka memiliki rencana di Indonesia.

“Aplikasi KIBAR BAHASA juga dibuat dengan tujuan memfasilitasi pembelajaran bahasa Indonesia bagi warga negara asing yang tertarik untuk mempelajari bahasa Indonesia langsung dari negaranya,” Jelas Danneta.

Aplikasi ini memiliki empat fitur unggulan. Pertama, JEMARI (Jendela Masyarakat Asing) berupa modul pembelajaran dan video terkait materi modul. Kedua, KOSAKATA (Konsultasi terkait Kata), sebuah fitur hasil rancangan tim KIBAR BAHASA dengan tim pengajar BIPA yang menyediakan layanan konsultasi bahasa Indonesia. Ketiga, BUDI BAHASA (Budaya Indonesia dan Bahasa) yang berisi artikel mengenai kebudayaan dan bahasa Indonesia. Terakhir, BINAR BAHASA (Bincang Akrab dengan Bahasa Indonesia) yang merupakan kelompok obrolan untuk menghubungkan turis asing dengan penutur asli bahasa Indonesia.

Untuk memperluas penggunaan dan meningkatkan optimalisasi penggunaan aplikasi KIBAR BAHASA, Krida 2 bermitra dengan tempat wisata di bilangan DKI Jakarta, yaitu Kota Tua. Melalui kerja sama tersebut, mereka melakukan sosialisasi dan simulasi di Kota Tua, Jakarta Barat pada Sabtu (03/06/2023) dengan bantuan pemandu wisata dari UPK (Unit Pengelola Kawasan) Kota Tua.

 

 Tim KIBAR BAHASA.

Setelah sesi sosialisasi, Krida 2 atau tim KIBAR BAHASA dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masingnya beranggotakan tiga orang untuk mencari sasaran, dalam hal ini turis asing di Kota Tua, yang kemudian mencoba purwarupa aplikasi KIBAR BAHASA.

Simulasi berlangsung dari pukul 11.00 hingga 18.00 WIB dengan hasil sasaran mencapai 14 turis asing. Dalam pelaksanaannya, tim KIBAR BAHASA memperlihatkan cara menggunakan purwarupa aplikasi dan mengumpulkan umpan balik melalui pengisian survei kepuasan pengguna. Sebagai kenang-kenangan, turis asing tersebut juga mendapatkan hadiah gantungan kunci khas DKI Jakarta.

Purwarupa aplikasi KIBAR BAHASA mendapatkan respons positif dari turis. “Sebaiknya segera diluncurkan secara online!” Ucap Eva, seorang turis asal Jerman.

Beberapa turis juga memberikan saran dan masukan untuk pengembangan purwarupa ini. “Aplikasi yang sangat berguna bagi pengunjung mancanegara. Tetapi sebaiknya tersedia dalam bahasa lain, terutama bahasa Inggris,” Ujar Simon, turis asal Inggris.

Melalui acara sosialisasi dan simulasi ini, diharapkan KIBAR BAHASA dapat berkembang menjadi aplikasi yang dapat membantu penutur asing dalam mempelajari bahasa dan kebudayaan Indonesia dari mana saja dan kapan saja. (lau)

 

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gagal Menangkap Harun Masiku, KPK Jadikan Hasto Kristiyanto Tumbal Politik Balas Dendam

11 Juni 2024 - 12:01 WIB

OPM Teror Distrik Sinak, Koops TNI Habema Berhasil Atasi dan Tembak Anggota OPM

6 Juni 2024 - 09:30 WIB

Aneh..!!! Negara Sita Uang 16 Miliar Rupiah Milik Perusahaan Asal Singapura Korban Penipuan

5 Juni 2024 - 13:41 WIB

Penggelapan Milyaran Dana UKW, PWI Pusat Harus Diaudit Forensik

4 Juni 2024 - 18:46 WIB

Jangan Sampai Kebijakan Insentif Likuiditas Menjadi BLBI Jilid II…!!!

2 Juni 2024 - 22:12 WIB

Relawan Bakti BUMN Berkolaborasi dengan Injourney

31 Mei 2024 - 10:32 WIB

Trending di Daerah