Brebes, reportasenews.com – Dijanjikan lolos test CPNS, Puluhan tenaga honorer Kategori II (K2) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tertipu hingga ratusan juta. Penipuan ini diduga melibatkan seorang guru PNS yang bertugas mencari calon korban.
Dugaan penipuan itu, mencuat setelah sejumlah korban geram, karena tak kunjung ada kejelasan. Bahkan, kini kasus itu juga telah dilaporkan ke polisi dan instansi terkait. Eko Waluyo (30), salah seorang korban menuturkan, sedikitnya ada 32 orang tenaga K2 yang menjadi korban.
Selain dari Guru Tidak Tetap (GTT) K2, korbanya juga berasal dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) K2. Jumlah uang yang diberikan korban bervariasi, paling sedikit sekitar Rp 30 juta dan paling besar mencapai Rp 50 juta. “Kalau ditotal ada sekitar Rp 700 juta. Saya sendiri sudah menyerahkan uang hingga Rp 36 juta,” tutur guru SDN Kertasiduyasa 01 Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jumat (12/05).
Kejadian tersebut berawal saat seleksi CPNS K2 tahun 2013 lalu. Ia bersama tenaga K2 lain ditawari rekannya berinisia IR, yang mengaku bisa membantu meloloskan dengan membayar sejumlah uang. Sebab, IR yang merupakan guru PNS di salah satu SD di Kecamatan Larangan itu, mempunyai rekan yang bisa melobi ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Jakarta. Jika nantinya tidak lolos, uang yang diberikan bisa kembali 100 persen.
“Saya saat itu memang sedang kalut, jadi tergiur iming-iming lolos seleksi CPNS ini. Apalagi, saya diajak IR ke Jakarta untuk mengecek langsung. Termasuk, diajak juga mengecek adanya tambahan kuota seleksi CPNS K2 ini,” ungkapnya.
Eko mengaku, dari uang yang telah diberikan sebanyak 36 juta itu, dipenuhi dengan dua kali pembayaran. Kali pertama memberikan uang tunai ke IR sebesar Rp 16 juta dan sisanya Rp 30 juta diberikan melalui tranfer ke rekening orang Jakarta yang akan membantu proses tersebut.
“Rekan IR ini juga seorang guru SMA di Jakarta yang mengaku punya kenalan di BKN. Kami percaya karena mereka sebelumnya merupakan pegiat tenaga honorer K2, termasuk IR ini,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menceritakan, setelah pelaksanaan seleksi CPNS ternyata tak satu orang pun yang meminta bantuan IR lolos. Ketika pihaknya menanyakan itu dan meminta uang kembali, IR menjanjikan akan lolos pada seleksi CPNS K2 tahun 2014.
Namun janji itu juga tidak terbukti dan hingga kini uang tidak dikembalikan. Pihaknya dan K2 lain awalnya melaporkan kasus itu ke Dinas Pendidikan, PGRI dan Dewan Pendidikan. Tiga instansi tersebut juga sudah berulang kali menjadi mediator untuk menyelesaikannya, tetapi sampai sekarang tidak berhasil.
“Kami hanya meminta uang dikembalikan. Sudah empat tahun ini ternyata tidak ada itikat baik, kami pun melaporkan kasus ini ke polisi,” ujarnya.
Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Wijanarto mengaku, pernah memediasi persoalan tersebut. Itu menyusul adanya pengaduan dari tenaga K2 yang menjadi korban. Kedua belah pihak juga telah dipertemukan hingga beberapa kali.
Namun pihak terlapor tenyata tidak ada itikat baik, bahkan saat ini saat dihubungi sangat sulit dan terkesan menghindar.
“Kami sudah pernah melakukan beberapa kali mediasi, tetapi tidak ada hasil. Kalau soal kasus ini dilaporkan ke polisi, itu menjadi hak penuh para korban,” ujarnya.
Sementara IR, saat dikonfirmasi melalui telepon, beberapa kali dihubungi ponselnya tidak aktif. (iso)