Situbondo,reportasenews.com – Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, akhirnya PPK proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowang) melakukan sosialisasi tentang pembebasan tanan proyek nasional tersebut, Rabu (29/7/2020).
Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas PUPR Kabupaten Situbondo itu, dibuka langsung oleh Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi dan diikuti para Camat dan para Kepala Desa (Kades), yang wilayahnya masuk proyek strategis nasional jalan tol Probowangi.
Wabup Yoyok Mulyadi mengatakan, agenda hari ini adalah memasuki tahapan sosialisasi jalan tol Probowangi Seksi II dengan fokus pada pembebasan tanah kas desa, tanah wakaf, tanah pengganti, tanah negara dan tanah irigasi. Tahapan ini, memasuki pelaksanaan pembebasan yang kemungkinan konstruksinya dikerjakan mulai tahun 2021 mendatang. “Ya kalau lancar konstruksinya akan digarap mulai tahun depan,”ujar Wabup Yoyok Mulyadi, Rabu (29/7/2020).
Yoyok Mulyadi berharap kepada para Kades agar tanah kas desa yang notabene milik negara dan masuk dalam aset desa, terus mendorong kelancaran proyek strategis nasional di Situbondo tersebut.”Oleh karena itu, saya meminta kepada para Kades untuk memperlancar tahapan pembebasan tanah ini,”pinta Wabup Yoyok Mulyadi.
Wabup Yoyok Mulyadi mengatakan, dari pengamatan dirinya proyek ini akan melewati lahan yang ada di beberapa desa di Kabupaten Situbondo. Sementara itu rencana pembangunan fisik jalan tol mulai dari Kecamatan Banyuglugur hingga Kecamatan Banyuputih itu, masih menunggu tuntasnya tahapan apraisal (tim pembayaran tanah). “Ini sistemnya memakai skema ganti untung. Harapan kami (Pemkab, Kecamatan dan Desa, red) jangan menjadi penghambat dalam program strategis ini. Jadilah pendorong agar proyek cepat selesai,” terang Wabup Yoyok.
Lebih jauh Yoyok menegaskan, hingga saat ini tim PPK jalan tol Probowangi tidak menemukan kendala berarti selama menjalani tahapan di Kabupaten Situbondo. Ini terjadi lantaran, tim terkait ikut menyambut dengan baik pelaksanaan proyek strategis nasional sehingga berjalan dengan lancar. “Kalau lahan itu dibeli dengan harga yang wajar. Namun untuk kejelasan tehnisnya silahkan langsung menghubungi PPK-nya,”pungkasnya. (fat)
