Menu

Mode Gelap

Daerah · 25 Nov 2021 21:19 WIB ·

Jenazah Ibu dan Anak di Galian SPAM Diduga Korban Pembunuhan


					peti Jenazah saat akan dibawa keluarga dari rumah sakit bhayangkara, NTT. (foto:Ely) Perbesar

peti Jenazah saat akan dibawa keluarga dari rumah sakit bhayangkara, NTT. (foto:Ely)

Kupang, reportasenews.com – Polisi akhirnya berhasil mengungkap identitas dua jenazah yang ditemukan telah membusuk di proyek penggalian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kelurahan Penkase Oeleta Kecamatan Alak, NTT Sabtu (30/10) lalu.

Jenazah wanita dewasa dan anak laki-laki tersebut adalah Astri Evita Seprini Manafe (30) alias Astri dan anaknya Lael Maccabee (1) alias Lael.

Identitas kedua jenazah tersebut terungkap setelah polisi melakukan tes DNA terhadap kedua jenazah yang identik dengan salah satu keluarga yang sampel DNAnya diambil sebagai pembanding.

Dari hasil pemeriksaan di Labolatorium Forensik yang keluar pada Rabu (24/11) telah diketahui identitas kedua jenazah tersebut.

Pantauan reportasenews.com di Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Titus Ully, puluhan keluarga berkumpul untuk menjemput jenazah ibu dan anaknya.

Sesekali terdengar isak tangis keluarga yang pecah karena tidak bisa menahan kesedihan. Keluarga korban iklas menerima kepergian ibu dan anak yang diduga meninggal karena dibunuh.

Ibu Kandung dari Astrid sapaan korban, …. terlihat tidak dapat menahan kesedihannya. Dia terus menangis meratapi meninggalnya anak kedua dan cucunya.

Tepat pukul 12.00 Wita, pintu kamar jenazah dibuka. Keluarga pun langsung merangsek masuk untuk melihat dua peti jenazah milik Astrid dan anaknya Lael yang ditaruh diatas meja beton kamar jenazah.

Dua peti jenazah berwarna putih berukuran orang dewasa dan anak-anak yang berisi jenazah Astrid dan Lael telah ditutup rapat dan tidak diijinlan oleh petugas kamar jenazah untuk dibuka lagi.

Berselang 15 menit, keluarga berdoa sejenak dihadap kedua peti jenazah. Usai berdoa, enam orang keluarga langsung bergegas untuk mengusung peti jenazah.

Kedua peti jenazah lalu diusung ke mobil jenazah dan dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Perintis Kemerdekaan, RT 28, RW 12, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima untuk disemayamkan.

Jenazah ibu dan anak yang diduga korban pembunuhan tersebut akan disemayamkan selama tiga jam di rumah duka. Karena pada pukul 15.00 Wita kedua jenazah akan langsung dimakamkan.

Jenazah ibu dan anak tersebut ditemukan sabtu (30/10) sore oleh pekerja proyek. Saat itu polisi kesulitan mengungkap identitas kedua jenazah tersebut karena jenazah telah membusuk dan tidak ditemukan lagi sidik jari.

Meski telah diotopsi, identitas kedua jenazah belum bisa diungkap polisi. Hingga pada akhirnya polisi melakukan tes DNA. Dari hasil tes DNA polisi bisa mengungkap identitas kedua jenazah tersebut pada Rabu (24/11).

Jenazah ibu dan anak tersebut diduga adalah korban pembunuhan. Tapi sejauh ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap tersangka pembunuhan tersebut. (eli)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 183 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bawa Kabur Gadis Dibawah Umur, Pria 36 Tahun Ditangkap

27 Januari 2022 - 21:52 WIB

Selidiki Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Polda Sumut Bentuk Tim Gabungan

27 Januari 2022 - 19:08 WIB

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

Indahnya Sunset di Ekowisata Telok Berdiri Kubu Raya

27 Januari 2022 - 11:48 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

Trending di Daerah