Menu

Mode Gelap

News Feed · 5 Sep 2017 14:21 WIB ·

Antara Jenderal Sutanto dan Togel Karo


					Ilustrasi kupon togel. (foto: murianews)  Perbesar

Ilustrasi kupon togel. (foto: murianews)

CERITA tentang judi, mengingatkan saya akan sosok jenderal (purn) Sutanto. Dulu, saat namanya digadang-gadang sebagai calon Kapolri, Sutanto berjanji, kalau dia nantinya jadi orang nomer satu dijajaran Polri, ia akan memberantas segala bentuk perjudian di Indonesia.

Sutanto memang sempat dijuluki ‘Mr Clean’. Banyak yg menilai, mantan Kapolda Sumut ini lebih ‘bersih’ lah bila dibanding kebanyakan jenderal Polri lainnya. Tapi kala itu, siapa pula yang mau percaya ‘sesumbarnya’ bakal bisa memberantas habis segala bentuk perjudian di Indonesia ?

Waktu itu, di Jakarta, casino bertebaran dimana-mana. Hebatnya pula, uang judi pun mengalir pula kemana-mana ! Bukan pemandangan aneh pula tempo itu jika bos-bos judi besar kerap terlihat kongkow-kongkow dengan oknum aparat.

Lalu bagaimana mungkin Sutanto bisa memberangus judi yg sepertinya sudah mendarah daging bagi sebagian masyarakat itu ?

Ternyata Sutanto bisa !

Setelah Sutanto memegang tongkat komando Kapolri, nyaris tak ada lagi perjudian. Tak hanya casino besar di ibu kota yang mendadak tutup, tapi bandar judi kecil di seantero negeri dipaksa gulung tikar!

Tahukah Anda kiat Sutanto memberangus judi, kala itu?

Ternyata hanya dengan secarik kertas. Begitu dilantik jadi Kapolri, Sutanto langsung mengumpulkan para Kapolda. Semua disuruh membuat pernyataan, siap dicopot dari jabatan bila nantinya ditemukan aksi perjudian di wilayahnya.

Sepertinya cara sederhana memberangus perjudian ala Sutanto ini perlu juga disegarkan kembali. Tak perlu ada pengerahan pasukan dan pengrebekan, perjudian akan hilang dengan sendirinya jika taruhannya copot jabatan!

Mungkin juga masalah narkoba bisa berkurang drastis bila ada sanksi copot jabatan!

Di Tanah Karo, Sumatera Utara perjudian sejak dulu kala memang berkembang subur. Saat ini, tak hanya dadu kocok, tapi judi seperti togel nyaris tak pernah berhenti di sana. Asal tahu saja, banyak kaum bapak, sebelum mengikuti acara kebaktian PJJ, masih sempat-sempatnya beli togel.

Mungkin kondisi memprihatinkan ini tetap berlangsung karena tidak ada sanksi copot jabatan seperti yg pernah diberlakukan Jenderal Sutanto.

Coba kalau judi juga warung remang-remang disebuah daerah marak, Kapolres atawa Kapoldanya langsung dicopot? Pasti ceritanya akan lain.(*)

edi saputra

Oleh: Edi Saputra Ginting (Jurnalis Senior)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara Ke-76, Polsek Padas Banjir Penghargaan Dan Prestasi

6 Juli 2022 - 13:45 WIB

Sebagai Pendatang Baru Tim StreetSoccer DKI Jakarta Langsung Juarai FORMI VI Palembang

5 Juli 2022 - 23:18 WIB

Harga Cabai Rawit di Situbondo Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

5 Juli 2022 - 20:27 WIB

Jamasan Pusaka Sakral, Jelang Hari Jadi Ngawi Ke 664 Tahun

5 Juli 2022 - 20:22 WIB

Pemegang Saham PWON Bakal Terima Deviden Senilai Rp 4 Per Saham

5 Juli 2022 - 20:10 WIB

Gali Potensi Wisata Kalbar Demi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

5 Juli 2022 - 17:28 WIB

Trending di Daerah