Site icon Reportase News

Jumlah Kasus Covid 19 di Kota Pontianak Melonjak Capai 71 Kasus Positif

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Sidiq Handanu. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Sidiq Handanu mengatakan sampai Rabu (13/5) ada penambahan kasus Covid 19 di kota Pontianak menjadi 71 kasus terkonfirmasi Covid 19.

“Penambahan 2 konfirmasi positif dari pegawai pusat yang bekerja di Kalimantan Barat dan beralamat di Pontianak,” kata Sidiq, saat menggelar jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

Kedua orang ini terkonfirmasi positif Corona  sebelumnya belum masuk daftar Dinas Kesehatan Kota Pontianak, namun saat keduanya sudah didata dan sudah diisolasi ketat di Rumah Isolasi Covid 19 Rusunuwa dan tergolong orang tanpa gejala.

“Kepada keluarga pegawai tersebut dan yang kontak erat akan  kita lakukan tracing dan rapid tes,” jelasnya.

Sidiq memaparkan per tanggal 10 Mei 2020 jumlah kasus terkonfirmasi positif Corona ada 69 kasus di Pontianak. Jumlah ini bertambah satu kasus namun sudah lama tapi baru dilaporkan.

“Setiap ada laporan kasus positif, tidak dimasukkan PD HR tersebut, namun ditelusuri kapan terinfeksi. Kalo ditarik  dari Maret, kasus ini muncul awal Maret, lalu berkembang dilihat dari grafiknya per minggu,” bebernya.

Angka tinggi  meningkat sampai 15 atau 18 orang di Pontianak, sebut Sidiq, karena di kota Pontianak ada kluster kiriman dari Sukabumi berjumlah 10 orang maka datanya langsung meningkat tajam.

“Hal ini tidak kami publikasi karena menyangkut privasi seseorang, maka data tidak bisa kami sampaikan. Dari tenaga kesehatan juga muncul kasus terkonfirmasi mencapai 22 orang, sehingga muncul kluster-kluster kecil sebagai tambahan,” ungkapnya.

Sidiq menjelaskan jika dilihat dari grafik pertumbuhan kasus Covid 19 di kota Pontianak cenderung terlihat linier dan datar. Hal ini menyebabkan sulit diprediksi kapan puncak wabah Corona ini terjadi dan berakhir di kota Pontianak. Karena itu masyarakat harus terus bersabar untuk mematuhi anjuran Pemerintah menerapkan protokol Kesehatan Covid 19.

“Prediksi penderita Corona, ada 295 orang dibanding yang terlapor sebanyak 71 orang. Indikasinya bukan gejala Covid-19, namun reaktif saat rapid test, ini yang  termasuk OTG. Perhitungan RO2, seharusnya 205 orang namun namun baru 59 orang.  Mengapa kurva mendatar, karena melakukan upaya-upaya sehingga dapat menghambat penyebaran virus,” ujarnya.

Sidiq bahkan memuji langkah langkah penanganan Covid 19 di kota Pontianak yang sudah berjalan baik meski sampai saat ini belum ditetapkan sebagai pembatasan sosial berskala besar.

“Jika tanpa penanganan yang baik, maka angka Covid 19 akan membludak maka tidak ada tempat lagi untuk merawatnya,” tegasnya

Sidiq menyebut ada penderita yang melakukan isolasi mandiri yang kebetulan punya rumah memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri, karena termasuk OTG. Isolasi khusus juga ada di 3 lokasi.

“Pandemi Corona ini tidak bisa disepelekan, kami menyadari kami juga kurang melakukan sosialisasi. Kebijakan WFH, tentu akan mengurangi kepadatan/kerumunan, juga pada penutupan tempat wisata dan warkop/usaha yang  tidak melayani pembeli di tempat. Serta masjid yang tidak melaksanakan shalat berjamaah untuk sementara waktu serta pembatasan jam malam dan jalanan umum, serta meliburkan sekolah-sekolah,” tegasnya.

Dampak penerapan ini seperti  sosial/physical distancing, sehingga grafik mendatar. Edukasi pemberian masker, cuci tangan dan upaya lain pencegahan Covid-19, sangat berpengaruh dalam menekan angka penularan Corona serta memutuskan mata rantainya.

“Sosialisasi sudah kami lakukan semaksimal mungkin, screening sudah kami lakukan diberbagai sektor publik, terutama pada masyarakat berumur di atas 60 tahun yg beresiko tinggi tertular Covid-19. Himbauan di berbagai perusahaan/instansi juga sdh kami imbau untuk melakukan tes secara mandiri. Kesimpulannya  upaya yang sudah dilakukan saat ini sudah mampu menurunkan angka transmisi sehingga membuat kurva/grafik menjadi mendatar,” pungkasnya. (das)

Exit mobile version