Menu

Mode Gelap

Daerah · 27 Jul 2018 20:04 WIB ·

Kades Pangkah Kulon Bersama Warga Hentikan Paksa Proyek PGN Saka


					Pekerja proyek PGN Saka saat dihentikan warga Pangkah Kulon Ujungpangkah Gresik, Jawa Timur. (dik)
Perbesar

Pekerja proyek PGN Saka saat dihentikan warga Pangkah Kulon Ujungpangkah Gresik, Jawa Timur. (dik)

Gresik, reportasenews.com – Puluhan warga dan nelayan Desa Pangkah Kulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan dipimpin Kadesnya nekat menghentikan paksa proyek pemetaan lahan seluas 30 hektar yang dilakukan PT Offshore Works Indonesia (Owsi), rekanan dari PT. PGN Saka Indonesia Pangkah Limited, Jumat (27/07/2018).
Hal ini dilakukan karena pihak rekanan tidak melakukan sosialisasi kepada nelayan dan masyarakat sekitar soal pengerjaan proyek pemetaan lahan tersebut.
Padahal lahan 30 hektar yang dilakukan pemetaan tersebut berada di Kali Malang, wilayah Desa Pangkah Kulon.
Tak pelak, nelayan bersama warga desa dengan menumpangi lima perahu berukuran besar mendatangi lokasi proyek pemetaan lahan. Saat tiba di lokasi,
mereka menyaksikan langsung ada lima orang dari pekerja proyek yang tengah melakukan pengukuran dan pemetaan lahan.
Terkait aksi tersebut, Kepala Desa (Kades) Pangkah Kulon  Ahmad Fauron kepada wartawan  menyatakan, pihaknya belum menerima surat dari pelaksana proyek soal adanya kegiatan pemetaan lahan. “Hingga saat ini tak ada surat pemberitahuan dan juga belum ada sosialisasi ke warga maupun nelayan,” ungkap Fauron.
Karena itu, lanjut Fauron, demo dengan mendatangi proyek pemetaan lahan merupakan salah satu hak warga. Apalagi, lahan yang dipetakan tersebut masuk ke dalam wilayah Desa Pangkah Kulon.
“Kami datang ke lokasi, karena ada beberapa hal yang perlu diselesaikan. Apapun aktivitas, paling tidak ada koordinasi dan sosialisasi, karena disini ada Rukun Nelayan, Petani tambak, pemerintahan desa (Pemdes). Saya mau ada transparansi,” tegasnya serius.
Sementara  perwakilan PT Owsi Edward membenarkan jika pihaknya merupakan salah satu rekanan PT. PGN Saka Indonesia Pangkah Limited yang bertugas melaksanakan proyek pemetaan dan gambar topografi wilayah.
Edward membeberkan, pihaknya akan melakukan pemetaan daerah seluas 30 hektar di Desa Pangkah Kulon selama delapan hari dan sudah dilaksanakan selama  tiga hari. “Klien kami PGN Saka, tidak tahu persis untuk apa, itu kewenangan mereka. Kami kontraktor. Kami hanya gambar-gambar di sini. Selepas itu peta akan kami serahkan ke klien kami,” sanggah Edward.
Kendati begitu, Edward mengakui jika tak ada sosialisasi ke warga Desa Pangkah Kulon. Pihaknya belum maksimal dalam melakukan koordinasi dan tak pernah melibatkan masyarakat dan nelayan Desa Pangkah Kulon dalam hal sosialisasi.
“Untuk itu, kami siap berhenti dan akan berembuk lagi dengan warga sekitar dan nelayan Pangkah Kulon. Kami sadari kesalahan itu,” pungkasnya. (didik hendri)
Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

LBH Mitra Santri, Gugat Bupati Karna Suswandi ke PN Situbondo

22 Juni 2024 - 20:25 WIB

Viral di Medsos, Siswa SDN 1 Cottok Juara 1 Kid Atletik O2N Situbondo Gagal ke Provinsi

22 Juni 2024 - 18:51 WIB

Dinilai Tuntutannya Rendah, Kuasa Hukum Korban Ancam Laporkan JPU ke Jamwas

21 Juni 2024 - 18:53 WIB

Satu Jamaah Haji Asal Batanghari Meninggal di Mekkah

21 Juni 2024 - 18:46 WIB

PPDB SMPN 8 Kota Madiun Terima Titipan Siswa, Tolak Peserta Luar Kota?

21 Juni 2024 - 16:38 WIB

Dalam Kasus Bank Centris Kemenkeu Menjadi “Pengecut”

21 Juni 2024 - 15:22 WIB

Trending di Hukum