Pontianak, reportasenews.com – Sebaran titik api terbanyak di Indonesia, Provinsi Kalimantan Barat mendapat sorotan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar.
Menteri kembali ke Kalimantan Barat sekaligus memimpin rapat penanggulangan dan pencegahan Karhutla di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (23/7) pukul 08.00 WIB.
“Strategi kita untuk penangganan kebakaran hutan dan lahan ini sudah ditegaskan Presiden, yakni pencegahan, patrol, penegakan hukum serta tata kelola lahan terutama gambut. Dan, sistem ini terus diperbaiki,” jelas Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar kepada wartawan.
Cara mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat ini sudah berjalan baik, dimana banyak kelompok masyarakat yang peduli terhadap kebakaran lahan gambut dan hutan yang sedang terjadi.
“Kelompok masyarakat peduli api itu telah terbentuk, dan ini menunjukan sistem telah berjalan,” ujarnya.
Termasuk penangganan dan pencegahan kebakaran di korprasi perkebunan sawit telah dibentuk, dengan banyak petugas dan alat pemadam kebakaran yang telah disiapkan untuk mengatasi kebakaran lahan gambut dan kebun.
“Penangganan kebakaran lahan dan hutan sudah berjalan baik, namun sebaran titik api terus bertambah karena musim kering dan mudahnya api membakar lahan gambut. Kesiapan dan kesiagaan semua pihak harus terjalin baik untuk bersama memadamkan api,” terangnya.
Menteri juga kuatir dengan perhelatan Asian Games 2018 di Palembang yang tinggal menghitung hari, namun dibayangi kabut asap dampak pembakaran lahan dan hutan.
“Fokus kita tentu di sekitar Sumatera Selatan, seperti Riau atau Jambi, namun Kalimantan Barat juga masuk prioritas meski jauh dari Palembang namun jika arah angin berubah ke selatan, tentu dapat menimbulkan kabut asap juga,” tegasnya.
Siti mengungkapkan masyarakat butuh informasi, sehingga informasi sekecil apapun terus di update, termasuk peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat agar terus di display agar masyarakat terus dapat memantau seberapa jauh penangganan kebakaran hutan dan lahan sehingga ada perkembangan progress yang terus ditingkatkan.
“Sistem ini terus baik, dan makin baik. Jangan sampai hal-hal begini menjadi ribet, makanya harus ada posko bersama pencegahan penangganan Karhutla, terus diupgrade dengan peningkatan fasilitasnya,” paparnya.
Siti telah mewanti-wanti dampak kebakaran hutan dan lahan atas perhelatan Asian Games 2018.
“Konsentrasi banget adalah Sumatera selatan dan Jambi, ada 90 an Desa yang kalau terbakar asapnya bisa ke Palembang, termasuk ada 120 desa di Jambi, jika terbakar asapnya bisa mengepung ke Palembang,” bebernya.
Sebaran hotspot di Kalimantan Barat terbanyak berada di areal penggunaan lain.
“Salahsatu menentukan keberhasilan penanganan karhutla adalah penegakan hokum perdata dan pidana, sekarang masih ada 300 perusahaan yang terus diamati terus. Hotspot itu belum tentu firespot ya, nanti kalau ada hotspot biar langsung ditegur Dirjen KLHK,” tutupnya.
Untuk penanganan Karhutla di seluruh Indonesia, ada 22 helikopter yang telah dikerahkan. (das)
