Situbondo,reportasenews.com – Untuk mengkampanyekan menu makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Situbondo bersama Tim Penggerak TP PKK Kabupaten Situbondo, menggelar lomba cipta menu B2SA, Selasa (4/12/2018).
Selain dalam rangka memperingati hari pangan sedunia ke-38 Tahun 2018, kegiatan yang dibuka langsung Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, dan dihadiri Wabup Yoyok Mulyadi, juga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya B2SA.
Bahkan, kegiatan yang dihadiri ketua dan wakil ketua TP PKK Kabupaten Situbondo Umi Kulsum, Sri Susilowati, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Situbondo, juga untuk mencegah stunting bagi remaja di Kabupaten Situbondo.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Budi Priono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya makan makanan yang mengandung unsur B2SA.”Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas para ibu rumah tangga untuk bisa memilih, menentukan, mengolah bahan pangan menjadi makanan B2SA dengan bahan lokal yang ada,”ujar Budi Priono, Selasa (4/12/2018).
Menurutnya, lomba cipta menu B2SA ini diikuti oleh 19 kelompok. Dengan rincian, sebanyak 17 kelompok tim penggerak PKK kecamatan, dua organisasi wanita, yakni GOW dan Bhayangkari.” Selain lomba cipta menu, namun kami juga menggelar lomba Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo,”imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto berharap lomba ini dapat mengasah kreativitas para ibu rumah tangga, dalam menciptakan menu baru yang beragam dan seimbang gizinya.”Para peserta harus mampu menciptakan menu makanan dengan gizi yang sesuai dengan ketentuan lomba,”kata Bupati Dadang Wigiarto.
Menurutnya, diharapkan dengan kegiatan lomba ini, ada peningkatan kemampuan memasak dari tahun ke tahun. Selain itu, para peserta diharapkan juga dapat menularkan kemampuan mengolah makanan B2SA dan menghitung nilai gizi kepada orang di sekitarnya.”Sehingga makin banyak orang yang mengerti bagaimana membuat menu yang sehat, hal tersebut akan semakin baik, sehingga para remaja di Kabupaten Situbondo terhindar penderita stunting,”pungkasnya.(fat)
