Menu

Mode Gelap

Cerita Misteri · 24 Jan 2018 06:31 WIB ·

Kapal Khusus Mencari MH370 Tiba di Zona Pencarian Samudera Hindia


					Kapal khusus Perbesar

Kapal khusus "Seabed Constructor"

Australia, reportasenews.com – Sebuah kapal khusus yang disewa untuk mencari Malaysia Airlines MH370 telah bekerja dilapangan untuk memecahkan salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia, kapal itu telah sampai di tempat terpencil di Samudera Hindia dimana ilmuwan Australia percaya bahwa pesawat tersebut jatuh.

Penerbangan MH370 menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada bulan Maret 2014 dengan 239 orang, kebanyakan orang Cina, di dalam kapal.

Penyidik percaya seseorang mungkin telah sengaja mematikan transponder MH370 sebelum mengalihkannya ke Samudera Hindia.

Puing-puing telah dikumpulkan dari pulau-pulau di Samudera Hindia dan pantai timur Afrika dan setidaknya tiga buah telah dikonfirmasi berasal dari pesawat yang hilang.

Malaysia sepakat pada awal bulan ini untuk membayar perusahaan AS, Ocean Infinity hingga $ 70 juta jika menemukan pesawat tersebut dalam waktu 90 hari. Kapal pencari, Seabed Constructor, berangkat dari Durban, Afrika Selatan, pada tanggal 3 Januari.

Kapal tersebut dilengkapi dengan delapan kapal selam otonom yang bisa mencari luas dasar laut lebih cepat dari pada pemindai yang digunakan pada penelusuran sebelumnya, Charitha Pattiaratchi, profesor oseanografi pesisir di Universitas Western Australia, mengatakan melalui telepon dari Kolombo.

“Jika mereka tidak menemukan apapun dalam 90 hari ini saya pikir itu akan menjadi akhir sebuah upaya selama puluhan tahun kedepan – ini seperti usaha terakhir, jika anda percaya,” katanya.

Data yang dipasok dari sistem pelacakan otomatis, menunjukkan kapal tersebut mencapai zona pencarian pada hari Minggu, dan pada hari Selasa melacak sebuah tempat yang menurut agensi ilmiah Australia memiliki “ketepatan dan kepastian yang belum pernah terjadi sebelumnya” adalah lokasi pesawat yang paling mungkin terjadi.

Ocean Infinity yang berbasis di Texas tidak dapat dihubungi di luar jam kerja di kantor-kantor di Houston dan London.

Australia, Malaysia dan China pernah membatalkan pencarian dua tahun untuk pesawat tersebut setahun yang lalu setelah tidak menemukan apa-apa di zona pencarian bawah laut sepanjang 120.000 kilometer persegi. (Hsg)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Sebagai Pendatang Baru Tim StreetSoccer DKI Jakarta Langsung Juarai FORMI VI Palembang

5 Juli 2022 - 23:18 WIB

Harga Cabai Rawit di Situbondo Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

5 Juli 2022 - 20:27 WIB

Jamasan Pusaka Sakral, Jelang Hari Jadi Ngawi Ke 664 Tahun

5 Juli 2022 - 20:22 WIB

Pemegang Saham PWON Bakal Terima Deviden Senilai Rp 4 Per Saham

5 Juli 2022 - 20:10 WIB

Gali Potensi Wisata Kalbar Demi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

5 Juli 2022 - 17:28 WIB

TP2DD Kota Pontianak Dorong Pertumbuhan Digitalisasi Transaksi Daerah

5 Juli 2022 - 17:13 WIB

Trending di Daerah