Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Nov 2021 20:17 WIB ·

Kapolda NTT Kembali di Gugat Mantan Anggotanya


					Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif. (foto:istimewa) Perbesar

Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif. (foto:istimewa)

Kupang, reportasenews.com – Kembali mantan anggota polisi dari Polres Lembata Petrus Kopong Eban Ataklen menggugat  Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. Lotharia Latif ke  Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang.

Gugatan terhadap Kapolda NTT ini merupakan yang kedua kali dilakukan oleh bekas anak buahnya. Sebelumnya gugatan pertama dilakukan oleh bekas anggota Polres Timor Tengah Selatan Johanes Imanuel Nenosono yang dipecat karena perbuatan asusila.

Gugatan Petrus Kopong Eban Ataklen di PTUN Kupang tercatat dalam perkara nomor 30/G/2021/PTUN-KPG tanggal 22 September 2021.

Petrus Kopong Eban Atakleng sebelumnya adalah anggota Polri yang bertugas di Polres Lembata dengan pangkat terakhir brigadir polisi. Dia dipecat pada 22 Agustus 2018 karena disersi atau meninggalkan tugas tanpa ijin yang sah selama 123 hari.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif membenarkan tentang adanya gugatan tersebut.

Menurut Lotharia, pemecatan terhadap Petrus sudah melalui berbagai tahapan sidang etik dan disiplin anggota Polri.

“Yang bersangkutan (Petrus) disersi selama 123 hari dan sesuai aturan di kepolisian pantas untuk di-PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat) atau dipecat”, tegas Lotharia, dikutip CNNIndonesia.com

Lotharia menegaskan seorang anggota Polri harusnya taat pada aturan yang berlaku di internal kepolisian. “Bukan hanya mau haknya saja, tapi tidak mau melaksanakan kewajibannya”, kata Lotharia.

Lotharia menyatakan siap menghadapi gugatan yang diajukan bekas anak buahnya dan menganggap itu sebgai hal yang biasa karena setiap warga negara memiliki hak yang sama di depan hukum.

“(Soal PTUN) Biasa itu, kita hadapi sesuai aturan dan ini bertanda Polri patuh hukun dan demokratis”, tandasnya.

Dikatakan Lotharia, intitusi polri tidak pernah memaksa seseorang untuk menjadi anggota Polri. Tetapi jika seseorang memilih profesi Polri maka harus mengikuti aturan yang berlaku di kepolisian untuk sepenuhnya melayani dan melindungi masyarakat serta taat dan patuh pada aturan yang berlaku.

“Kalau tidak bisa ikut aturan jangan jadi anggota polri , karena menjadi anggota polri harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan mentaati kode etik dan aturan yang sudah ditetapkan”, tegas jenderal bintang dua ini. (*)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gadis Dibawah Umur Dianiaya Rekan Kerja Lantaran Tak Terima Dipanggil Babu

29 November 2021 - 23:08 WIB

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Berstatus Sehat, Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Paska Pandemi

28 November 2021 - 20:42 WIB

Vaksinasi Di Puskesmas Kedunggalar Ngawi Berujung Kerumunan Warga

28 November 2021 - 16:54 WIB

Trending di Daerah