Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 5 Nov 2021 23:43 WIB ·

Kehadiran Santara Bisa Dorong UKM Naik Kelas


					Foto. Istimewa Perbesar

Foto. Istimewa

Jakarta Reportasenews – Perusahaan financial technology (fintech) PT Santara Daya Inspiratama (Santara), urun dana (equity crowdfunding)  dengan meluncurkan 72 Usaha Kecil Menengah (UKM) ke pasar sekunder untuk memudahkan investor melakukan transaksi ekuitas.

Pada akhir 2022, Santara menargetkan akan menyalurkan pendanaan kepada 1000 UKM senilai Rp 3 triliun rupiah dan 15 triliun pada 2023 mendatang.

CEO Santara R. Andi Kartiko Utomo mengungkapkan pasar sekunder adalah tempat jual beli saham para penerbit layaknya IDX  Sebagai strategi atau exit plan bagi investor dalam pengelolaan portofolio keuangan pembiayaan urun dana. Melalui pasar Sekunder Santara ini  dua manfaat yang didapat langsung, yakni dividen dan capital gain atau kenaikan saham perusahaan.

“Kehadiran Santara dengan aplikasi urun dana telah menjadi solusi dalam pendanaan bagi UKM yang saat ini tengah bertahan di masa pandemi agar bisa bertumbuh dengan baik,” kata Andi kepada awak media di Jakarta, Jumat (5/11/21).

Founder Santara Mardigu Wowiek Prasantyo dan CEO Santara R. Andi Kartiko Utomo meluncurkan 72 UKM ke pasar sekunder.

Mekanisme jual beli saham UKM ini pun tak jauh berbeda dengan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, yakni harga jual saham terbentuk sesuai penawaran dan permintaan (supply and demand). Investor dapat membeli saham dan menjual sahamnya sehingga transaksi tersebut akan mempengaruhi naik-turun harga saham.

Namun menurut Andi, tidak sembarang UKM bisa memperdagangkan sahamnya di Santara. Setidaknya mereka harus memenuhi kriteria yang menunjukkan bahwa bisnisnya sanggup berkembang. Mereka disaring melalui beberapa kriteria, di antaranya adalah memiliki kredibilitas dan portofolio dan prospek bisnis yang bagus, dan sudah beroperasi selama satu tahun. UKM yang listing di Santara pun bervariasi, ada bisnis kuliner, fesyen, dan lainnya.

Sementara itu, Founder  Santara, Mardigu Wowiek Prasantyo mengungkapkan perusahaan ingin berkontribusi dalam membantu UKM untuk naik kelas. Dengan demikian, perekonomian Indonesia bisa semakin kuat dan pulih dari pandemi.

“Kita berharap bisa berkontribusi pada sisi menengah UKM. Kita harapkan dengan masuknya Santara bisa mendorong UKM agar naik kelas,” ujar  Mardigu.

Mardigu mengatakan, meski sering dipandang kecil, UKM selama ini telah terbukti menjadi sektor yang tahan resesi dan mampu menyerap 97 persen tenaga kerja. Menurutnya, mengangkat UKM adalah cara cepat membuat ketahanan ekonomi nasional.(RN)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 130 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

Humas Polresta Tangerang Gelar Pelatihan Manajemen Media

25 Januari 2022 - 19:12 WIB

15 Siswa dan Guru di Pontianak Terpapar Covid 19, Sekolah Diliburkan

21 Januari 2022 - 19:13 WIB

Tak Setuju Ibu Kota Dipindah, Din Syamsuddin akan Gugat UU IKN ke MK

21 Januari 2022 - 16:35 WIB

Trending di Nasional