Menu

Mode Gelap

Daerah · 26 Nov 2021 09:33 WIB ·

Keluarga Tuntut Polisi Ungkap Pelaku Tewasnya Ibu dan Anak di Proyek SPAM NTT


					ibu dan anak korban pembunuhan yang di temukan di galian SPAM NTT. ((foto:istimewa) Perbesar

ibu dan anak korban pembunuhan yang di temukan di galian SPAM NTT. ((foto:istimewa)

Kupang, reportasenews.com – Pihak keluarga dari korban Astri Evita Seprini Manafe (30) dan Lael Maccabee (1) menuntut pihak kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku yang diduga menghabisi nyawa ibu dan anaknya yang jasadnya ditemukan membusuk di proyek galian pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT pada Sabtu (30/10) lalu.

Tuntutan tersebut disampaikan Saul Manafe, ayah dari Astri Evita Seprini Manafe yang diduga menjadi korban pembunuhan bersama anak laki-lakinya yakni Lael Maccabee yang masih berusia satu tahun.

“Kami menuntut polisi untuk mengungkap kasus ini dan segera menangkap pelakunya”, tegas Saul Manafe kepada media di Rumah Sakit  Bhayangkara Titus Ully, Kamis (25/11) siang saat menjemput jenazah anak dan cucunya.

Disampaikan Saul, keluarga besar mengharapkan agar kasus tersebut segera diselesaikan oleh pihak kepolisian. Karena meninggalnya Astri dan Lael dianggap tidak wajar dan keluarga meyakini mereka (kedua korban) menjadi korban pembunuhan.

Dia mengungkapkan, Astri dan anaknya Lael dijemput oleh seseorang yang dikenal teman akrab korban dari rumah mereka di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang pada 27 Agustus malam.

Tapi Saul tidak mengetahui mereka kemana. “Saya tidak tahu mereka kemana, karena yang jemput adalah temannya yang sudah mereka kenal”, jelas Saul tanpa menyebut nama penjemput Astri.

Sejak saat itu lanjut Saul, anaknya dan cucunya tidak pernah kembali. “Kita hanya menganggap bahwa dia (Astri) sedang ada masalah pribadi sehingga dia pergi untuk menyelesaikannya.

Menurut Saul sebagai orangtua tidak memiliki firasat buruk apapun sejak kepergian Astri yang membawa anaknya Lael saat dijemput oleh teman wanitanya.

Sehingga keluarga kata Saul selama ini tidak pernah melaporkan hilangnya anak dan cucu mereka ke pihak kepolisian. “Kami (keluarga) tidak menyangka anak dan cucu saya pergi lalu meninggal”, tandasnya.

Ditegaskan Saul, pihak keluarga menuntut agar jika polisi mengungkap kasus ini agar pelaku dapat dihukum seberat-beratnya.

Dikatakan Saul, pihak keluarga juga tidak pernah mendapat kabar atau kehilangan kontak dengan Astri sejal saat itu. “Sampai pada kemarin (Rabu 24/11) kami diberitahu oleh pihak kepolisian”, katanya.

Keluarga lanjut Saul baru mendapat kabar dari teman Astri di Pulau Rote tentang adanya penemuan dua jenazah di Proyek SPAM pada tanggal 1 Nopember lalu atau dua hari setelah ditemukannya jenazah wanita dewasa dan seorang anak laki-laki di lokasi Proyek SPAM. Tetapi mereka belum meyakini jika itu adalah Astri dan anaknya Lael.

Saul juga berterimakasih atas kerja keras pihak kepolisian yang selama hampir satu bulan bekerja berhasil mengungkap identitas kedua korban.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna Budhiaswanto kepada media mengatakan polisi masih mendalami kasus tersebut.

“Masih kita selidiki untuk mengungkap kematian ibu dan anak ini”, kata Rishian.

Menurut Rishian, yang terpenting kedua jenazah telah berhasil diidentifikasi dari hasil tes DNA yang memiliki persesuaian atau identik dengan kedua jenazah dan barang bukti yang ditemukan di tempat penemuan kedua jenazah tersebut.

Polisi kata Rishian masih tetap memeriksa saksi-saksi terkait kedua jenazah tersebut. “Sudah 24 saksi yang kita periksa”, jelas Rishian di konpleks Rumah Sakit Bhayangkara Titus Ully.

Disampaikan Rishian, polisi masih bekerja untuk mengungkap motif dan pelaku dari kejadian tersebut. “Kami sedang bersinergi untuk mengungkap motif dan pelaku dari kejadian ini”, tegasnya.

Dia menyebutkan bahwa kasus ini menjadi atensi publik, sehingga polisi akan berupaya untuk mengungkap kasus kematian ibu dan anak ini.

Lebih lanjut dikatakan Rishian, bahwa polisi akan terus bekerja sesuai prosedur tetap dalam proses penyelidikan. Sehingga tuntutan keluarga untuk segera mengungkap pelaku dan motif dari kematian ibu dan anak ini akan dilakukan polisi hingga tuntas. (eli)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Bawa Kabur Gadis Dibawah Umur, Pria 36 Tahun Ditangkap

27 Januari 2022 - 21:52 WIB

Selidiki Temuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Polda Sumut Bentuk Tim Gabungan

27 Januari 2022 - 19:08 WIB

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

Indahnya Sunset di Ekowisata Telok Berdiri Kubu Raya

27 Januari 2022 - 11:48 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

Trending di Daerah