Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 25 Nov 2021 14:59 WIB ·

Kemenkes Pastikan Tidak Ada Klaster Baru Covid-19 Usai WSBK Mandalika


					Ilustrasi, Penononton saat menyaksikan ajang WSBK Mandalika 2021. (foto Perbesar

Ilustrasi, Penononton saat menyaksikan ajang WSBK Mandalika 2021. (foto":istimewa)

Jakarta,reportasenews.com – Kementerian Kesehatan RI memastikan tidak ada klaster baru COVID-19 dalam gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika 2021 berkat disiplin pada protokol kesehatan yang ketat.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan gelaran World Superbike (WSBK) 2021 yang berlangsung 19 hingga 21 November 2021 telah memperlihatkan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan COVID-19 saat kegiatan masyarakat berlangsung berdampingan dengan pandemi COVID-19.

Menurutnya Riskiyana keberhasilan ini berkat peran lintas lembaga yang juga turut mendukung penerapan prokes secara ketat saat berlangsungnya acara gelaran WSBK.

“Kegiatan di lapangan dapat berlangsung sesuai prokes. Peran lintas lembaga juga telah mendukung penerapan prokes tersebut, seperti ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan MGPA (Mandalika Grand Prix Association) melalui Event Organizer Diandra, kemudian Kemenkes dan BNPB,” Riskiyana Sukandhi Putra melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis, (25/11/21) dikutip Antaranews.com.

Sampai saat ini, kata Riskiyana, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tidak ada klaster baru COVID-19 di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) maupun World Superbike (WSBK) yang telah berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional.

Dijelaskan Riskiyana, berbagai upaya dilakukan dalam rangka pencegahan transmisi dan perlindungan kesehatan selama WSBK Mandalika berlangsung. Seluruh atlet, ofisial, dan tim diharuskan melakukan tes swab PCR tanpa pengecualian, katanya.

Riskiyana mengatakan, hasil tes swab tersebut tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi dan digunakan sebagai syarat untuk memasuki lokasi. Proses skrining ketat juga diberlakukan terhadap seluruh peserta, penonton dan pekerja yang terlibat dalam ajang WSBK.

“Terdapat tiga titik untuk pengecekan protokol kesehatan dan skrining lainnya, seperti pengecekan suhu tubuh, status vaksin, dan keamanan,” katanya.

Setelah melakukan check in dengan aplikasi PeduliLindungi, kata Riskiyana, hasil tes swab dipindai dan divalidasi oleh panitia. Bila hasilnya layak, maka orang yang bersangkutan diperbolehkan memasuki venue, sedangkan bila terkonfirmasi positif maka diwajibkan untuk isolasi.

“Fasilitas isolasi dan perawatan berupa tenda medis disiapkan di dalam dan luar sirkuit. Sedangkan ruang isolasi sementara dapat digunakan bila ada kasus positif, sebelum pasien tersebut dirujuk ke tempat karantina,” katanya.

Selama acara berlangsung, kata Riskiyana, terdapat sistem pelaporan harian penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk deteksi kasus COVID-19. (*)

 

Komentar
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Kemenkes: Penerapan PPKM Level III untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Gelombang Ketiga

29 November 2021 - 12:42 WIB

Antisipasi Varian Baru Omicron Masuk, Pemerintah Perketat Pintu Masuk Internasional

29 November 2021 - 12:25 WIB

Putra Almarhum Arifin Ilham Muhammad Ameer Meninggal Dunia

29 November 2021 - 11:00 WIB

Trending di Nasional