Situbondo,reportasenews.com – Ketua Umum Partai Amanah Nasional (PAN), Zulkifli Hasan melakukan safari politik ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Pada Kamis (26/4) pagi, pria yang juga menjabat sebagai ketua MPRI menemui ratusan kader dan simpatisan PAN di Kabupaten Situbondo.
Dalam acara yang dikemas dengan tema “Cangkrukan Bareng Bang Zulhasan” yang dilaksanakan di GOR Baluran Situbondo, Pria yang akrab dipanggil Bang Zul tersebut meminta kepada ribuan kader dan simpatisan untuk bekerja keras memenangkan pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur, dengan nomor urut 1, yakni pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.
“Saya mengajak para kader dan simpatisan PAN Situbondo untuk memenangkan Paslon Gubernur Jatim nomor urut satu, karena pasangan Khofifah-Emil, itu lebih berkualitas. Paket ini lebih ikhlas dan lebih amanah serta sarat dengan pengalaman,” tegas Bang Zul.
Bang Zul kembali meyakinkan massanya bahwa dengan mendukung Kofifah-Emil bukan karena iming iming diberi uang atau janji proyek dan sebagainya. Melainkan murni karena ingin membangun Jawa Timur yang lebih maju dan bermartabat. “Saya ini berasal dari Lampung dan tinggal di Jakarta. Tetapi saya tahu kualitas Khofifah-Emil. Dia itu amanah bila diberi sebuah tanggung jawab,” ungkap Bang Zul .
Menurut Bang Zul, sebagai Ketua Umum DPP PAN, ia punya tugas untuk mengurus Jawa Timur dengan memenangkan pasangan Kofifah-Emil. Oleh karena itu, piahknya mengajak para kadernya untuk sadar diri dalam berpolitik karena politik itu harus dijemput dan harus direbut dengan sejumlah cara.
”Pertama, harus dekat dan mencintai ulama dan tidak menghujat atau menista ulama. Ini dilakukan karena 40 juta lebih penduduk Jawa Timur itu sebagian besar muslim. Dengan kekuatan umat sebanyak itu, apapun golongannya serta partainya, wajib menghormati para ulama,” terang Bang Zul yang didampingi Ketua DPD PAN Situbondo Abdullah.
Bang Zul menerangkan, dalam mengawal pasangan Kofifah dan Emil jangan terlena dengan iming-iming seperti berharap pemberian kerudung, uang, sarung dan lainnya. Sebab memilih seorang pemimpin itu, bukan didukung oleh uang, sarung dan kerudung melainkan karena kualitas dan amanahnya. “Kalau memilih pemimpin hanya karena uang, kerudung dan sarung, nanti sewaktu waktu kalau sudah jadi pasti akan lupa,” pungkasnya.(fat)

