Afghanistan, reportasenews.com – Seorang pembom mobil bunuh diri menyerang sebuah konvoi militer AS di ibukota Kabul, menewaskan sedikitnya delapan warga sipil Afghanistan, dan melukai tiga prajurit Amerika dalam sebuah serangan yang diklaim oleh kelompok ISIS.
Najib Denmark, wakil juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengkonfirmasi korban tersebut dan mengatakan bahwa 25 warga sipil Afghanistan lainnya terluka dalam serangan dijam sibuk pagi hari di dekat Kedutaan Besar AS, yang menghancurkan beberapa kendaraan sipil.
Juru bicara Angkatan Laut AS, Bill Salvin, mengkonfirmasi bahwa tiga tentara terluka dalam serangan tersebut.
Kelompok ISIS mengklaim serangan tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh media pendukungnya “Aamaq”.
Sebuah afiliasi dari kelompok ekstremis telah mengumpulkan kekuatan dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang berperang dengan pemerintah yang didukung Amerika dan pemberontak Taliban yang jauh lebih besar.
Pasukan Afghanistan telah berjuang untuk memerangi kedua kelompok tersebut sejak AS dan NATO secara resmi mengakhiri misi tempur mereka pada akhir tahun 2014, beralih ke peran pendukung dan kontraterorisme. Kini Amerika memiliki lebih dari 8.000 tentara di negara ini.
Taliban dan ISIS keduanya bercita-cita untuk menggulingkan pemerintah Afghanistan dan menerapkan hukum Islam yang keras, namun mereka terpecah dalam kepemimpinan dan taktik. (Hsg/ France24)
