Kupang, Reportasenews.com – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2024 mencapai 378 orang.
Hal tersebut disampaikan Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga dalam release akhir tahun Polda NTT tahun 2024, Selasa (24/12).
“Perlu mendapat perhatian adalah kecelakaan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas mengakibatkan korban meninggal dunia yang jumlah tidak sedikit yakni mencapai 378 orang,” kata Daniel.
Dia menjelaskan jumlah korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2024 cukup signifikan. Dan juga korban luka berat sangat signifikan.
Untuk itu kata Daniel kasus kecelakaan lalu lintas akan mendapat perhatian serius dari Polda NTT di tahun 2025 nanti.
“Khusus aturan-aturan berlalulintas ini perlu menjadi perhatian kita di tahun 2025 nanti,” jelas Daniel.
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di NTT menurut Daniel selalu diawali dengan pelanggaran lalu lintas baik itu pelanggaran rambu-rambu lalu lintas,. pelanggaran aturan kecepatan dan pelanggaran aturan alat-alat kelengkapan kendaraan.
Sementara itu Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol. Dedy Eka Jaya Helmi menambahkan kecelakaan lalu lintas yang terjari wilayah NTT lebih banyak disebabkan oleh faktor human eror dan faktor kelayakan jalan di NTT.
“Faktor human eror itu sendiri banyak terjadi di wilayah NTT, itu dikerenakan yang pertama (pengemudi) konsumsi atau kebiasaan dari masyarakat NTT yang sering mengkonsumsi miras,” jelas Dedy.
Namun kata Dedy, ada juga kecelakaan lalu lintas yang terjadi karena kurangnya pengetahuan dari pengendara saat berlalu lintas.
Dibeberkan Dedy pada tahun ada 1.467 kasus laka lantas yang terjadi di NTT. Dan ini mengalami kenaikan sebesar 42 persen dari tahun sebelumnya atau 2023 yang jumlah kasusnya sebanyak 1.398 kejadian.
“Untuk korban meninggal dunia pada tahun 2024 ini sebanyak 378 orang dan mengalami penurunan 31 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai 382 korban meninggal dunia,” kata Dedy.
Dia mengatakan untuk korban luka berat ada 582 orang di tahun 2024 ini atau mengalami penurunan korban luka berat sebesar 29 persen dari tahun sebeluknya sebanyak 618 orang. (eba)
