Menu

Mode Gelap

Daerah · 5 Nov 2023 18:49 WIB ·

Korban Kekerasan Seksual Jadi Pemicu Perikaku LGBT


					Korban Kekerasan Seksual Jadi Pemicu Perikaku LGBT Perbesar

Dewi, saat menyampaikan materi kepada para peserta.

 

Situbondo, Reportasenews.com – Mengantisipasi ancaman Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) pada remaja di Kota Situbondo, Pemkab Situbondo menggelar seminar LGBT di Pendopo Kabupaten setempat.

Seminar dengan pemateri dari Universitas Jember (Unij), para peserta diberi pemahaman tentang bahaya perilaku yang tak lazim.
Bahkan dibeberkan banyak peristiwa hukum dan penyakit, yang ditimbulkan dampak para penyuka sesama jenis.

Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Jember Dr. Dewi Rokhmah, S.K.M M.Kes mengatakan, jika seminar ancaman LGBT tersebut sangat penting bagi remaja hingga anak-anak.

“Karena mayoritas korban kekerasan seksual adalah anak-anak dan remaja. Banyaknya korban berawal dari mereka kurang mengetahui seks edukasi sejak dini dan dimanfaatkan oleh pelaku untuk memuaskan hasratnya,”ujar Dewi Rokhmah, Minggu (5/11/2023).

Menurut dia, jika hasil riset dirinya, mayoritas penyuka LGBT adalah korban seksual sejak usia remaja dan anak-anak. Sehingga psikologis korban sangat berpengaruh terhadap perilakunya ketika sudah dewasa. Bahkan, hasrat untuk melakukan perilaku penyimpangan seksual oleh korban untuk mengulang lebih tinggi dibanding bukan korban kekerasan seksual.

“Korban kekerasan seksual menjadi pemicu adanya perikaku LGBT, disana kami sampaikan bahwa pentingnya edukasi seks sejak dini, sejak usia paud dan taman kanak, ketika masuk kelas 1 dan 2 lebih ditekankan melindungi dan menyayangi tubuhnya,”bebernya.

Dewi memaparkan, jika perilaku LGBT juga berpengaruh terhadap jumlah penyakit HIV AIDS. Untuk jumlah di Kabupaten Situbondo penyintas sebanyak 1.678 Orang Dalam HIV AIDS (ODHA). Dari jumlah tersebut ditemukan anak remaja yang positif penyakit tersebut.

“Ini kan kita lihat dari kasus, ada penemuan kasus baru HIV AIDS tidak hanya pada orang dewasa namun usia remaja sudah ditemukan positif HIV AIDS termasuk di Situbondo juga. Setelah dibimbim konseling ternyata mereka mempunya riwayat melakukan seks sesama jenis. Artinya perilaku berisiko melakukan seks aktif sesama jenis berpengaruh,” katanya.

Lebih jauh Dewi menyatakan tujuannya digelarnya seminar ‘Ancaman LGBT pada Remaja’ adalah untuk memberi edukasi sejak dini dan mendorong pemerintah untuk mencegah adanya perilaku tersebut. Sehingga masyarakat lebih sadar tentang gangguan orientasi seksual yang menyimpang.

“Kami berharap Pemkab Situbondo, menggelar seminar saja mengantisipasi ancaman LGBT. Namun, kami minta agar ada payung hukum yang mengatur, seperti SK Bupati atau Perda. Sehingga ada legalitas formal dalam penegakan hukumnya,”pungkasnya.(fat)

Komentar

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Ribuan Emak-emak Besuki, Ikut Jalan Bersama “Mas Rio” Berhadiah Umrah

23 Juni 2024 - 16:24 WIB

Ditinggal ke Pasar, Rumah Nenek Pedagang Jihu dan 2 Kerabatnya Hangus Terbakar

23 Juni 2024 - 16:19 WIB

LBH Mitra Santri, Gugat Bupati Karna Suswandi ke PN Situbondo

22 Juni 2024 - 20:25 WIB

Viral di Medsos, Siswa SDN 1 Cottok Juara 1 Kid Atletik O2N Situbondo Gagal ke Provinsi

22 Juni 2024 - 18:51 WIB

Dinilai Tuntutannya Rendah, Kuasa Hukum Korban Ancam Laporkan JPU ke Jamwas

21 Juni 2024 - 18:53 WIB

Satu Jamaah Haji Asal Batanghari Meninggal di Mekkah

21 Juni 2024 - 18:46 WIB

Trending di Daerah