Jayapura, reportasenews.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan melakukan kunjungannya ke Kabupaten Asmat, Selasa (1/2/2018).  Jendral bintang empat ini, berencana melakukan kunjungan di sejumlah lokasi di Asmat, untuk mengetahui sejauh mana penanganan TNI terhadap kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua.

Sebelum menginjakkan kakinya di Asmat, Jendral Hadi mendapatkan paparan tentang langkah dan tindakan yang sudah diambil oleh Satgas Kesehatan KLB Asmat di Hotel Sheraton.  Dalam pertemuan ini, di paparkan semua tentang awal kejadian KLB Asmat, data-data tentang hasil temuan KLB termasuk tindakan yang saat ini sudah dilakukan oleh Tim Kes. Dimana berdasarkan hasil paparan, terdapat 70 anak yang meninggal dunia, 12864 anak telah mendapat pelayanan kesehatan serta kondisi terkahir saat ini.

Pada paparan tersebut, Jendral Hadi menyatakan saat ini yang dilakukan adalah tanggap darurat, selanjutnya akan dilakukan evaluasi dan rumuskan metode untuk penangangan  masalah gizi buruk tersebut, sehingga kedepan tidak terjadi lagi.

“Saat ini sudah ada bantuan transportasi baik Pesawat, Helikopter maupun KRI, dan besok akan ada bantuan satu KRI lagi yang dikirim dari Merauke,” kata Jendral yang dilantik presiden 8 Desember 2017 lalu ini.

Sebelumnya, Mayjen TNI S.Fadhilah, selaky Kapuspen TNI mengaku pihaknya banyak menerima laporan terkait dengan penanganan yang sudah dilakukan TNI serta dukungan semua pihak, baik kementiran sosial, kesehatan , pemerintah daerah baik Kabupaten maupun Provinsi Papua. “Sejauh ini Panglima ingin sekali datang dan melihat serta  mendengar langsung terhadap apa yang sudah dilakukan, kendala yang dihadapi untuk segera ditangani,” kata Mayjen Fadhilah.

Ia mengatakan, malam ini Panglima ingin mendapat laporan dulu dari Panglima Kodam, Dansatgas kesehatan terhadap  apa saja yang sudah dilakukan, dikerjakan. Untuk selanjutnya, direncanakan besok ( 1 februari red) pagi, rombongan menuju Asmat.

Ia mengaku, belum ditentukan lokasi mana saja yang akan dikunjungi. “memang belum ditentukan  lokasi mana saja yang akan dikunjungi Panglima, sebab  tergantung kondisi cuaca mengingat medan di Asmat juga, tapi yang jelas  untuk lokasi akan ditentukan setelah tiba di Asmat,” katanya.

Menyangkut soal bantuan logistik yang disalurkan TNI, ia mengaku tidak mengetahui jelas, namun yang pasti logistik yang dikirimkan lebih diprioritaskan obat-obatan serta  asupan gizi baik makanan susu dan lainnya, serta  perlengkapan sekunder lainnya yang dibutuhkan termasuk alat-alat dapur.

“ya barangkali teman-teman media sudah tau, yang kesemuanya  untuk memberikan dukungan logistik yang memadai,” katanya.

Soal tenaga medis, saat ini ada sekitar 46 orang, diakuinya,  dinamikanya agak  sulit dan TNI perlu mempertimbangkan situasi lapangan serta kemampuan. “TNI juga perlu mengatur lokasi untuk tenaga medis, untuk dilakukan aplos.ya kira-kira berapa lama disatu lokasi, ditarik dan diganti dengan tenaga agar terus bisa mengalir,” katanya.( riy )