Site icon Reportase News

Laka Lantas Meningkat, Polres Situbondo Sosialisasi Tertib  Berlalulintas  ke Sekolah 

kapolres AKBP Awan Hariono. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Usai arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2019, angka kecelakaan lalu lintas meningkat di Jalur Pantura Situbondo. Bahkan, dalam tiga hari berturut-turut terjadi insiden  tabrakan di Situbondo.

Akibat tnsiden tersebut, tiga orang meninggal dunia di Jalan Raya Desa Banyuglugur, Situbondo, satu korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan dua korban meninggal dalam perjalanan menuju ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.

Selain itu,  laka tunggal yang terjadi di Jalan Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa, Situbondo, yakni sebuah kendaraan pikap yang terjun  dengan kedalaman sekitar 20 meter lebih itu,  mengakibatkan satu korban meninggal dunia, tujuh mengalami luka berat, dan tiga korban mengalami luka ringan.

Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono mengatakan, diakui setelah arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2019, angka kecelakaan lalu lintas mulai  meningkat di Situbondo, baik di Jalur Pantura Situbondo maupun di beberapa di jalan desa di Kabupaten Situbondo.

”Namun, untuk menekan  tingginya angka laka lantas tersebut, kami langsung memerintahkan  personel lantas untuk meningkatkan kegiatan  sosialisasi dan himbauan  tentang  tertib berlalu lintas, dengan cara meningkatkan kegiatan operasi simpatik   kendaraan bermotor,”ujar Kapolres AKBP Awan Hariono, Jumat (21/6/2019).

Menurutnya,  ada tiga cara untuk menekan  tingginya angka  laka lantas di Polres Situbondo, selain melakukan tindakan pre-emtif, preventif dan refresif.  Namun, petugas juga memberikan sanksi tegas kepada para pengedara kendaraan bermotor yang diketahui melanggar peraturan lalu lintas.

”Bahkan,  dalam dua hari melakukan operasi simpatik, petugas lantas Polres Situbondo  memberikan sanksi tilang kepada ratusan pengendara kendaraan bermotor, yang diketahui melanggar peraturan berlalulintas,”kata AKBP Awan Hariono.

Lebih jauh AKBP  Awan Hariono menegaskan, pihaknya juga akan melakukan kerjasama dengan  Dinas Pendidikan, dan kerjasama dengan  Kebudayaaan (Disdikbud) Situbondo dan Dinas Cabang Pendidikan Jawa Timur,  untuk menekan tingginya angka laka lantas di Jalur Pantura Situbondo,

“Dengan  sasaran, melakukan sosialisasi tentang tertib berlalulintas kepada  para siswa SMP dan SMA di Kabupaten Situbondo. Selain  itu, untuk menekan angka lala lantas,  kami juga akan memetakan spot rawan laka lantas di Jalur Pantura Situbondo, yang merupakan jalur pantura terpanjang di Jawa Timur,”pungkasnya.(fat)

Exit mobile version