Search

Laporan Polisi Dicabut, Penyidik Polda Metro Jaya Hentikan Proses Hukum Fikasa Group

Pelapor dan terlapor menyaksikan pencabutan laporan dugaan penipuan oleh petinggi Fikasa Group di Polda Metro Jaya.

Jakarta, Reportasenews – Para nasabah investasi Fikasa Group bersama kuasa hukumnya mencabut laporan polisi ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan dan penggelapan petinggi Fikasa. Pencabutan laporan dilakukan di depan penyidik Polda Metro Jaya yang juga dihadiri oleh kuasa hukum terlapor, Kamis (29/4/2021).

Menurut pengacara para pelapor, Hamdani dari LQ Indonesia Lawfirm, dengan pencabutan laporan polisi tersebut maka proses hukum dugaan adanya tuduhan pidana Fikasa Group telah selesai.

“Mewakili nasabah bisnis investasi Fikasa Group, kami telah mencabut laporan kami pada Juli 2020 lalu itu. Waktu itu kami kesal dan emosi sehingga melaporkan Fikasa Group yakni PT WBN dan TGP ke Polda Metro Jaya tahun lalu,” ujar Hamdani, Jumat (30/4/2021).

Hamdani menjelaskan, kekeliruan itu telah menyadarkan para kliennya untuk berembuk dan mengakhiri permasalahan dengan mencabut LP nya di Polda Metro Jaya.

“Ini masalah miskomunikasi saja. Setelah kami dalami ternyata direksi dan owner Fikasa Group menanggapi dengan bijak sehingga semuanya dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, para nasabah memahami tertundanya pembayaran investasi nasabah tak terlepas dari pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.

“Karena pandemi Covid-19, dapat dipahami kemunduran waktu dan gagal bayar di seluruh sektor keuangan,” lanjutnya.

Dengan pencabutan laporan ini maka sudah tak ada masalah lagi antara Fikasa Group dan para nasabah.

“Jadi sudah clear ya, dan tidak ada sengketa lagi antara klien kami dengan Fikasa Group,” tegasnya.

Sementara Alvin Lim, founder LQ Indonesia menegaskan bahwa pihaknya harus mengedepankan restorative justice dalam kasus ini. Apalagi menurutnya, direksi dan owner Fikasa bukan hanya memiliki itikad baik, namun memang benar-benar dalam posisi terdampak pandemi corona.

“Jadi klien kami memahami bahwa harus memberikan kesempatan Fikasa Group untuk maju dan bisa berkembang untuk menghasilkan omset kembali,” katanya.

Karenanya kata Alvin Lim, ia kemudian tergerak mendampingi kemauan mayoritas kliennya mencabut laporan kepolisian yang menjerat Fikasa Group.

“Sebagai lawyer tentunya tidak boleh memperkeruh situasi, justru harus membantu mencari solusi. Jika klien sadar akan kesalahan dan meminta agar lawyer cabut Laporan Polisi maka kami jalani sesuai kemauan klien,” kata Alvin.

Dengan demikian katanya tuntas sudah perkara Fikasa Group di Polda Metro Jaya.
Segala bentuk laporan dan BAP telah dicabut pelapor di Kriminal Khusus (Krimsus) PMJ.

Untuk selanjutnya kata dia, akan dilakukan gelar oleh penyidik guna menghentian perkara (SP3) dan pemulihan nama baik Fikasa Group.

”Kami mengucapkan banyak terima kasih atas profesionalitas dari pihak kepolisian khususnya Subdit Fismondev Polda Metro Jaya (PMJ). Kami melihat dalam persoalan ini, penegakan hukum yang diterapkan mengedepankan Asas Mufakat, sehingga masyarakat terpenuhi rasa berkeadilannya,” kata Alvin.

Sebelumnya, pada Juli dan Agustus 2020 lalu, Fikasa Group dilaporkan ke polisi terkait oleh para nasabah terkait investasi bodong.(RN)




Loading Facebook Comments ...