Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Jun 2022 19:42 WIB ·

Lawan Narasi Radikal di Dunia Maya, BNPT Latih Santri Pesantren Tebuireng 


					Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nisan Setiadi. (foto:istimewa) Perbesar

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nisan Setiadi. (foto:istimewa)

Jombang, reportasenews.com  – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melatih para santri dari puluhan pesantren di Jawa Timur. Para santri dilatih mengembangkan narasi di dunia maya untuk melawan narasi intoleran, radikal, dan terorisme. Dengan kedalaman ilmu agamanya, para santri bisa menjernihkan persoalan yang seringkali dibuat keruh oleh para teroris dengan mengatasnamakan agama.

Santri milenial diharapkan tidak hanya memahami subtansi keagamaan, tetapi juga mampu menjawab tantangan kekinian dalam teknologi dan informasi termasuk pencegahan terorisme. Pasalnya kelompok intoleran radikal banyak menggunakan dunia maya untuk menyebarkan pengaruhnya.

Pelatihan berlangsung di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur 14-17 Juni 2022. Pesertanya para santri dari puluhan pesantren. Pelatihan dan Workshop Santi bertema “Melalui Bidang Agama dan Multimedia dalam Rangka Pencegahan Paham Radikal Terorisme”.

Dalam pelatihan ini, santri dilatih melakukan analisis dan literasi media sosial, pembuatan narasi perdamaian melawan propaganda radikalisme, pengelolaan dan pembuatan website, desain komunikasi visual, serta pembuatan video.

“Generasi muda dari kalangan pesantren harus mengambil panggung dan berani mengambil ruang dalam kontestasi narasi di dunia digital,” jelas Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E yang mewakili Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H.

Melalui pelatihan ini, para santri diharapkan dapat mengisi ruang publik di dunia maya dengan konten bernilai Islam yang Rahataman Lil Alamin (Islam sebagai rahmat semesta alam) dan Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air bagian dari iman).

Menurut Nisan Setiadi, dalam sejarah melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan, Kalangan Kyai dan Santri adalah garda terdepan yang mengobarkan semangat Hubbul Wathan Minal Iman. Dengan semangat Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman, resolusi jihad dikobarkan.

Peran para santri di era milenial, tutur Nisan Setiadi, tak kalah besarnya dibandingkan di era mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.

Nisan Setiadi menjelaskan paham intoleran, radikalisme dan terorisme terus meningkat melalui narasi propaganda, provokasi dan hasutan bernada intoleran, segregasi dan nilai yang bertentangan dengan semangat kebangsaan. Narasi tersebut membenturkan nilai agama dengan nilai-nilai kebangsaan untuk mempengaruhi generasi muda.

“Makanya kalangan santri harus mempunyai kecakapan digital sebagai senjata dalam melawan narasi-narasi keagamaan yang kerap dieksploitasi dan dimanipulasi untuk kepentingan politik yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini,” tegas Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT.

Pelatihan tidak sekadar pelatihan. Para santri telah membuat website dan media sosial bernama Santri Keren Indonesia. Secara operasional website dan medsos Santri Keren Indonesia akan terus bersinergi dan didukung oleh BNPT dalam memproduksi konten.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara Ke-76, Polsek Padas Banjir Penghargaan Dan Prestasi

6 Juli 2022 - 13:45 WIB

Sebagai Pendatang Baru Tim StreetSoccer DKI Jakarta Langsung Juarai FORMI VI Palembang

5 Juli 2022 - 23:18 WIB

Harga Cabai Rawit di Situbondo Tembus Rp120 Ribu Perkilogram

5 Juli 2022 - 20:27 WIB

Jamasan Pusaka Sakral, Jelang Hari Jadi Ngawi Ke 664 Tahun

5 Juli 2022 - 20:22 WIB

Pemegang Saham PWON Bakal Terima Deviden Senilai Rp 4 Per Saham

5 Juli 2022 - 20:10 WIB

Gali Potensi Wisata Kalbar Demi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

5 Juli 2022 - 17:28 WIB

Trending di Daerah