Menu

Mode Gelap

Internasional · 13 Jan 2020 21:40 WIB ·

Letusan Eksplosif Bisa Terjadi di Erupsi Gunung Taal Filipina


					Gunung Taal di Filipina yang erupsi, Senin (13/1/2020), (Twitter/@franki_mackey) Perbesar

Gunung Taal di Filipina yang erupsi, Senin (13/1/2020), (Twitter/@franki_mackey)

Manila, Reportasenews.com – Letusan gunung berapi Taal, di selatan Manila, ibu kota Filipina telah memuntahkan abu dan awan panas.

Akibat bencana tersebut ribuan orang harus dievakuasi ke tempat aman. Bandara Internasional Manila pun sempat ditutup karena bahaya abu vulkanik.

Otoritas setempat, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina meningkatkan status bahaya Gunung Api Taal dari siaga tingkat 1 hingga level tertinggi yakni siaga 5. Hal ini memperingatkan bahwa “letusan eksplosif” yang lebih besar dapat terjadi dalam beberapa jam atau hari.

https://www.youtube.com/watch?v=VoRjaTr68Rw&t=5s

Belum ada laporan tentang korban atau kerusakan besar dari letusan awal, tetapi pihak berwenang menyarankan evakuasi total dalam radius 14 kilometer dari pusat letusan yang terletak sekitar 65 mil selatan Manila.

rangkaian gempa bumi juga terjadi sebelum erupsi hari Minggu dan pihak berwenang memperingatkan bahwa tsunami mungkin terjadi di danau air tawar yang mengelilingi gunung berapi.

Badan tanggap bencana Filipina, mengatakan 13.000 penduduk desa dipindahkan dari daerah itu ke pusat-pusat evakuasi di Provinsi Batangas dan Cavite. Dikatakan hampir 25.000 orang telah terlantar akibat letusan itu.

Beberapa warga menolak untuk meninggalkan rumah dan pertanian mereka, sementara yang lain dilaporkan tidak bisa pergi karena kurangnya transportasi atau visibilitas yang buruk karena abu yang tebal.

Hujan abu yang halus juga dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua. Disarankan masyarakat di daerah yang terdampak untuk menggunakan masker wajah atau handuk basah untuk melindungi diri.

Kantor Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan penghentian pekerjaan pemerintah di Manila dan penutupan semua sekolah di ibukota.

Wilayah di sekitar Taal telah ditetapkan sebagai “zona bahaya permanen.” Gunung Taal terakhir meletus pada tahun 1977 dan letusan lain pada tahun 1911 menewaskan sekitar 1.500 orang.(dik/sumber NPR)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Kajati Banten Geledah Kantor Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Petugas Sita  Rp 1,1 Miliar

27 Januari 2022 - 18:00 WIB

Masyarakat Adat Dayak Kalbar Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

27 Januari 2022 - 12:40 WIB

ASN Pelempar Bom Molotov Saat Pelantikan Pejabat Pemkab Ketapang Diamankan Polisi

27 Januari 2022 - 11:43 WIB

15 Siswa dan Guru di Pontianak Terpapar Covid 19, Sekolah Diliburkan

21 Januari 2022 - 19:13 WIB

Tak Setuju Ibu Kota Dipindah, Din Syamsuddin akan Gugat UU IKN ke MK

21 Januari 2022 - 16:35 WIB

Menkes: Rendah Resiko Masuk Rumah Sakit Kasus Varian Omicron

21 Januari 2022 - 15:40 WIB

Trending di Kesehatan