Menu

Mode Gelap

Daerah · 23 Nov 2021 15:32 WIB ·

Lima Anak Dibawah Umur Diduga Terlibat Prostitusi Online Diamankan Polisi


					Lima anak dibawah umur dan seorang remaja diamankan diduga terlibat dalam bisnis prostitusi online berbasis aplikasi di media sosial. Polisi masih mendalami kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur ini (foto das) Perbesar

Lima anak dibawah umur dan seorang remaja diamankan diduga terlibat dalam bisnis prostitusi online berbasis aplikasi di media sosial. Polisi masih mendalami kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur ini (foto das)

Pontianak, Kalbar – Lima anak dibawah umur bersama seorang remaja diamankan petugas Satreskrim Polresta Pontianak dan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD)  Kalimantan Barat di sebuah hotel di jalan Setia Budi Pontianak, Selasa (23/11/2021) pagi.

Di duga kelima anak dan seorang remaja ini bagian dari jaringan bisnis prostitusi online yang meresahkan.

Pasalnya tiga dari lima anak yang diamankan, sebelumnya pernah diamankan dan telah dilakukan pembinaan di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT) di jalan Ampera Pontianak.

Saat digerebek petugas, kelima anak yang terdiri dari dua wanita dan empat pria ini berada di dalam satu kamar di Hotel Aroma In di jalan Setia Budi, Pontianak.

Mereka diduga telah semalam menginap di kamar tersebut.

Selanjutnya keenam anak-anak ini langsung digiring keluar kamar dan dibawa ke Polresta Pontianak untuk menjalani pemeriksaan.

Dari Hotel Aroma In, petugas gabungan kembali mendatangi penginapan lainnya di jalan Veteran, juga bernama Aroma Home.

Sayangnya petugas tak menemukan anak-anak lainnya yang juga satu jaringan dalam bisnis prostitusi online berbasis aplikasi di media sosial ini. Diduga operasi telah bocor, karena sebelum kedatangan petugas, mereka lebih dahulu check out dari hotel tersebut.

“Datang dengan kawan, cuma menginap. Udah satu malam, cuma iseng-iseng. Penginapan ini kawan yang chek in tadi,” ujar NN, salahsatu anak gadis dibawah umur yang diamankan petugasm

Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, mengatakan lemahnya pengawasan orangtua terhadap anaknya dinilai masih menjadi kerawanan anak-anak mudah terjerumus ke bisnis prostitusi online berbasis aplikasi di media sosial.

“Informasi kami dapat tadi pagi pukul 07.00 WIB, jadi kami meminta Satreskrim polresta Pontianak. Yang keempat anak ini sudah lima kali diamankan, dan satu dewasa. Kurangnya pengawasan orangtua terhadap anaknya, sehingga di jam seharusnya anak berada di sekolah malah justru berada di hotel  Bagaimana orang tua harus mengawasi anak-anak mereka, ini harus menjadi perhatian orangtua. Diduga anak-anak ini terlibat prostitusi online,” kata Eka Nurhayati Ishak.

“Kami unit Satreskrim dan KPPAD kami lakukan pengrebekan di sebuah hotel, empat laki-laki dan dua perempuan. Diduga mereka terlibat prostitusi online, kami akan kami dalami lagi, ” tambah Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Indra Asrianto, kepada wartawan.

Saat ini kelima anak dibawah umur dan seorang remaja dewasa ini masih menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pontianak. (das)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gadis Dibawah Umur Dianiaya Rekan Kerja Lantaran Tak Terima Dipanggil Babu

29 November 2021 - 23:08 WIB

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Berstatus Sehat, Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Paska Pandemi

28 November 2021 - 20:42 WIB

Vaksinasi Di Puskesmas Kedunggalar Ngawi Berujung Kerumunan Warga

28 November 2021 - 16:54 WIB

Trending di Daerah