Situbondo,reportasenews.com – Luncurkan tahun kunjungan wisata yang dicanangkan Tahun 2019, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispar) Pemkab Situbondo, menggelar festival dermaga di Destinasi Wisata Kampung Kerapu, Desa Klatkan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (23/12/2018) malam.
Kegiatan yang bertema festival rakyat dan dibuka secara resmi oleh Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, dengan tujuan untuk mengenalkan sejumlah destinasi wiasata di Kabupaten Situbondo itu, disemarakan dengan penampilan gitaris satu tangan tersohor dari Surabaya, yakni Mr D atau Doddy Hermanto.
Selain itu, dalam festival rakyat di kampung kerapu tersebut, Dispar Pemkab Situbondo juga menampilkan musisi etnik lokal, seperti yang ditampilkan Ali Genardi. Bahkan, dalam festval tersebut Dispar Pemkab Situbondo juga menampilkan berbagai seni dan budaya khas Situbondo.
Kepala Dispar Pemkab Situbondo Sofwan Hadi mengatakan, pihaknya sengaja menggelar festival rakyat dengan menampilkan gitaris Mr D, dan musik etnik, serta menampilkan berbagai seni budaya Situbondo, dalam lauching tahun kunjungan wisata tahun 2019.
“Dengan harapan, destinasi wisata di Kabupaten Situbondo menarik para wisatawan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara, dalam tahun kunjungan wisata yang dicanangkan pada tahun 2019 oleh Bupati dan Wabup Situbondo,”ujar Sofwan Hadi.
Sementara itu, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi atas terselanggaranya festival dermaga Kampung Kerapu. Diharapkan, launching tahun kunjungan wisata ini dapat menarik para wisatawan.
”Sehingga dengan pengenalan sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Situbondo melalui festival rakyat ini, pada tahun 2019 mendatang banyak para wisatawan yang datang berkunjung ke Situbondo,”kata Bupati Dadang Wigiarto.
Bupati Dadang Wigiarto menambahkan, untuk sementara tiket masuk ke wisata kampung kerapu itu masih digratiskan untuk beberapa hari ke depan, pengunjung tidak dikenakan retribusi.”Namun, saya juga berharap Dispar selaku pengelola untuk tetap memperhatikan kearifan lokal, sehingga tidak hanya keuntungan finansial yang didapat, tapi juga keberkahan,” pungkas Dadang Wigiarto.(fat)
