Search

Madina Adalah Serambi Mekahnya Sumatera Utara

Aktifitas pagi warga Banjar Sibaguri, Mandailing Natal di Kedai Kopi. (Foto. Mada Mahfud)

Mandailing Natal, Reportasenews – Bukan hanya Aceh dengan sebutan serambi Mekah, di Sumatera Utara pun ada tempat yang juga berjuluk serambi Mekah. Mandailing Natal (Madina) rupanya menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam terkuat di Sumatera Utara.

Ulama legendarisnya bernama Abdul Qodhir Al Mandaili. Di daerah ini, peci lebih dominan dibandingkan topi. Bahkan bupati terpilih dalam kesehariannya mengenakan peci. Di Mandailing Natal juga terdapat pesantren terbesar di Sumatera, Pesantren Musthafawiyah.


Masjid Al Munawaroh, Banjar Sibaguri, Kota Panyabungan (Foto: Mada Mahfud)

Panyabungan adalah ibukota Kabupaten Mandailing Natal. Di sebuah titik di pinggiran Aek (sungai) Mata, nampak dua bocah yang tengah bermain. Keduanya mengenakan peci. Keduanya adalah Nouval dan Majid.

Gambaran dari kedua bocah tersebut cukup mewakili bahwa masyarakat Panyabungan dan Mandailing Natal pada umumnya merupakan masyarakat yang religious. 

Nouval bersekolah dan ngaji di Pesantren Musthafawiyah yang terletak di Purba Baru, masih di Kabupaten Mandailing Natal. Pesantren Musthafiyah adalah salah satu pesantren terbesar di Sumatera dengan jumlah santri 12 ribu orang.

“Pesantren Musthafawiyah didirikan tahun 1912 dan ini pesantren terbesar di Sumatera, bukan di Sumut saja,” kata Idris, salah seorang warga Panyabungan.

Majid meskipun tidak sekolah di pesantren juga mengenakan peci. Sepertinya peci bukan sesuatu yang asing di kota ini. Tak hanya itiu di kedai kedai kopi punpengunjungnya  banyak yang memakai peci.


Bupati terpilih Mandailing Natal periode 2021-2026, HM Jakfar Sukhairi (Foto: Mada Mahfud)

Bahkan hingga Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) terpilih HM Jakfar Sukhairi  dan Atika Azmi Utammi pun kesehariannya mengenakan pakain muslim.


Wakil Bupati terpilih Mandailing Natal 2021-2026, Atika Azmi Utammi (Foto Pribadi)

Anto, salah satu pengunjung setia kedai kopi menceritakan sosok ulama berpengaruh yang turut membuat Mandailing Natal mayoritas berpenduduk Muslim. Menurutnya 90-95 persen penduduk Kabupaten Mandailing Natal adalah Muslim.

“Ulama paling dikenal di sini namanya Abdul Qodhir Al Mandaili, bahkan dikenal hingga ke Mekah,” tutur Anto.

Nama Al Mandaili mirip dengan  nama-nama ulama hebat di masa lampau yang membubuhkan nama asal daerahnya misalnya Al Bantani, Al Falembani, Al Minangkabauwi, dan Al Banjari.

Nama Al Mandaili atau Al Mandili di belakang nama Abdul Qodhir tentu mengacu pada kata Mandailing. Ini fenomena menarik. Daerah mereka juga akan dikenal luas. Ulama-ulama dengan nama daerah biasanya ulama kaliber dunia yang banyak menulis kitab-kitab rujukan.(MM)




Loading Facebook Comments ...