Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (foto: istimewa)
Jakarta, reportasenews.com – Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan dugaan dana kampanye Pemilu 2024 yang berasal dari penambangan ilegal ke KPK pada hari ini, Kamis (21/12).
MAKI melaporkan hal tersebut bersamaan dengan agenda ‘KPK Mendengar’. MAKI menjadi salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diundang KPK.
“Salah satu yang jadi tabungan saya hari ini melaporkan dugaan penambangan ilegal yang diduga untuk dana kampanye, sebagiannya, karena pemilik utamanya itu berinisial ATN menjadi salah satu tim kampanye,” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (21/12), dikutip dari cnnindonesia.com.
Meski begitu Bonyamin tidak menyebut Kampanye dari pasangan mana yang di duga menerima dana dari tambang ilegal tersebut.
“Saya mohon maaf tidak menyebut kampanye dari pasangan mana, nanti KPK yang menindaklanjuti,” sambungnya.
Menurut Boyamin, dugaan dari penambangan ilegal itu mencapai Rp3,7 triliun. Ia menduga tak ada izin terkait penambangan tersebut. Adapun perusahaan dimaksud beroperasi di Sulawesi Tenggara.
“Modusnya pertama adalah dia tidak punya izin, mengambil dari perusahaan yang sudah pailit bahkan izinnya ditanggalin mundur karena perusahaan yang dipakai untuk menambang itu sudah belakangan. Jadi, ini izin 2011, 2014 pailit, tahun 2017 baru berdiri perusahaan,” ucap Boyamin.
“Kedua, itu di hutan tanpa izin dari Kementerian Kehutanan. Tidak membayar iurannya,” tandasnya. (bud)