Site icon Reportase News

Masjid di Manchester Menolak Shalat Jenazah Untuk Pembom Salman Abedi

Salman Abedi pembom bunuh diri, kini tidak ada mesjid yang mau melakukan shalat jenazah atas teroris ini

Inggris, reportasenews.com – Masjid pusat Islam dan dewan kota di kota Manchester, utara Inggris, telah menolak untuk melakukan shalat jenazah dan mengurus pemakaman bagi mayat pembom bunuh diri Salman Abedi.

Koran Inggris Metro melaporkan bahwa mayat pembom bunuh diri masih disimpan aparat, dan tidak ada yang sudi untuk menerimanya.

Terorisme bunuh diri dan menyerang pihak tak berdosa tidak diajarkan dalam Islam, karena itu jasad pelakunya tidak bisa mendapatkan shalat jenazah atau menerima tatacara penguburan sesuai acuan agama Islam.

Abedi meledakkan dirinya di konser Ariana Grande di Arena Manchester pekan lalu, menewaskan 22 orang, termasuk sejumlah anak-anak, dan melukai 60 lainnya. Operasi teroris itu tercatat sebagai yang terburuk di Inggris sejak pemboman 7 Juli 2005.

Keputusan akhir tentang sisa-sisa jenazah Abedi akan ditentukan oleh pihak kamar mayat kota.

Keluarga Abedi tidak akan bisa menerima sisa-sisa jenazahnya seperti ayahnya Ramadan, ibunya Samia dan adik laki-lakinya Hashim semuanya ada di Libya.

Ayah dan saudara laki-lakinya masih ditahan oleh pihak berwenang di Libya. Penyidik mengatakan adiknya Hashim, 20, juga terlibat dalam merencanakan serangan teroris besar di ibukota Libya, Tripoli, dan bahwa dia memiliki hubungan dengan ISIS.

Kakak pembom Ismail, berusia 24, juga ditahan dipenjara polisi di Manchester

Temuan awal penyelidikan polisi Inggris menunjukkan bahwa Abedi mungkin telah bertindak sendiri, dan bukan bagian dari jaringan teroris yang besar.

Penyidik menemukan bahwa ia membeli semua bahan baku yang digunakan untuk membuat bom selama lima hari pertama ia habiskan di Manchester sejak datang dari Libya dan kemungkinan besar ia memproduksi alat peledak itu sendiri. (Hsg)

Exit mobile version