Menu

Mode Gelap
Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak Mulai Padat

Internasional · 10 Sep 2016 13:10 WIB ·

Mendekat Waktu Wukuf, Petugas Keamanan Mekkah Gencar Tangkap Jamaah Haji


					Puluhan WNI Diamankan / Foto Istimewa Perbesar

Puluhan WNI Diamankan / Foto Istimewa

MAKKAH RN.COM – Sebanyak 191 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tanpa dokumen diamankan pasukan petugas keamanan Kota Suci Mekkah Al-Mukarramah, Kamis (7/9) demikian portal berita Sabq memberitakan.

Brigjen Mohammad Omari, Kepala Kepolisian Kota Suci Mekkah, telah memerintahkan Kepala Divisi Sergap, Kol. Fawaz Sahfi, untuk terus mengawasi para pelanggar dan siapa saja yang mencoba tinggal di tempat-tempat atau bangunan-bangunan yang menyalahi aturan.

Alhasil, 191 orang tanpa identitas resmi ditangkap dalam sebuah razia disejumlah bangunan.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, pasukan keamanan menutup semua jendela untuk mencegah mereka melarikan. Mereka semua kini telah dimasukkan ke Tahanan Imigrasi (Tarhil) Shumaisi.

Belakangan diketahui 191 orang yang ditangkap tersebut semuanya berwarga negara Indonesia yang telah beberapa hari bahkan di antaranya beberapa bulan telah berada di Mekkah.

Dari berita acara pemeriksaan (BAP) oleh petugas KJRI Jeddah, terungkap sebagian besar yang ditangkap tersebut adalah WNI yang tidak memiliki dokumen resmi alias ilegal yang datang dari Jeddah dan berniat untuk melaksanakan ibadah haji.

Sepasang suami-istri asal Jawa Timur yang ikut diamankan dalam razia itu mengaku membayar 75 juta rupiah. Uang tersebut disetor kepada seseorang yang mengurus keberangkatan mereka ke Mekkah Arab Saudi dengan visa kunjungan bisnis untuk menunaikan ibadah haji. Di paspor tertera, mereka berangkat ke Arab Saudi tanggal 27 Januari 2016 dengan rute Jakarta-Malaysia-Jeddah.

Dari hasil pemeriksaan petugas KJRI Jeddah, 191 WNI yang ditangkap tersebut ditampung di sebuah rumah berlantai tiga di daerah Syisyah, dekat Supermarket Bindawud.

“Kami bayar seribu riyal kepada mas’ul, seorang perempuan berinisial R untuk biaya penginapan, makan, transportasi dan pelayanan Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina),”ujar salah seorang yang ditangkap.

Dikalangan mukimin WNI di Arab Saudi  calo itu poluler dengan sebutan “mas’ul”. Belakangan tersiar kabar bahwa sang mas’ul tersebut meninggal secara mendadak karena serangan jantung pada saat operasi penggerebekan berlangsung.(afc/eh)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Presiden Jokowi Harus Tau Ada Bank dalam Bank di Tubuh Bank Indonesia dalam Kasus Bank Centris

8 April 2024 - 11:40 WIB

Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Banten Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Delay Syatem

6 April 2024 - 22:41 WIB

Jurus Mabok Kemenkeu dalam Kasus Bank Centris

4 April 2024 - 21:58 WIB

Jelang Arus Mudik Lebaran, Kakorpolairud Cek  Kesiapan Pelabuhan Bakauheni dan Merak

29 Maret 2024 - 22:38 WIB

Digugat 11 Triliun, Bank Indonesia & Kemenkeu Mangkir di Sidang Perdana

28 Maret 2024 - 12:44 WIB

ASN Pemprov Papua Tuntut Pencopotan Pj Gubernur Papua dan Pj Sekda Papua

26 Maret 2024 - 17:07 WIB

Trending di Nasional