Menu

Mode Gelap

Nasional · 28 Nov 2016 20:41 WIB ·

Menteri Agama Luncurkan KIP Tahap II, Launching I Santri di Ponpes Sukorejo Situbondo


					Menag RI Lukman Hakim Syaifudin Mendatangi Pondok Pesantren (Foto: Fat) Perbesar

Menag RI Lukman Hakim Syaifudin Mendatangi Pondok Pesantren (Foto: Fat)

SITUBONDO, REPORTASE – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Syaifudin, meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahap II Tahun 2016 di pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Senin (28/11).

Menteri Agama RI  juga melaunching  I-santri dan santri digital corner Ma’had Aly, Pondok khusus ahli fiqh di Ponpes Sukorejo.

I-Santri merupakan aplikasi perpusatakaan digital, guna mempermudah santri mencari referensi kitab maupun karya ilmiah lainnya, yang dilengkapi dengan digital library.

Menurut Menag, dengan adanya pondok  pesantren, pihaknya sangat yakin jika masa depan NKRl masih terjamin.

“Selain itu, setiap berkunjung ke pondok pesantren kami selalu melihat adanya islam ahlussunnah wal jama’ah,”kata Menag RI Lukman Hakim di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Senin (28/11).

Menurutnya,  ma’had aly merupakan perguruaan tinggi khusus untuk mengajarkan  ajaran islam yang berbasis dengan  kitab kuning,  dengan  sistem akademik tingkat tinggi.

“Oleh karena itulah, kami memberikan apresiasi kepada sebanyak 13  ma’had aly di Indonesia, karena ma’had aly setara dengan perguruan tinggi islam dan umum,” tambahnya.

Menag RI Lukman Hakim Syaifudin menambahkan, tidak semua pesantren mampu menyelenggaran pendidikan Mahad Aly.

“Maka tahun ini ada 13 Mahad Aly di Indonesia. Akan tetapi kita akan dikembangkan lebih besar di Indonesia,” lanjut Lukman.

Kementrian Agama akan berkomitmen dan sangat mengapresiasi pendidikan Mahad Aly dengan kekhususannya pada santri untuk diajak berpikir komplek.

“Pada hari senin kita meluncurkan aplikasi i-santri yang merupakan aplikasi media sosial yang berbasis kitab kuning Yang bisa dibaca para santri secara digital,” bebernya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, KHR Azaim Ibrahimy mengatakan, aplikasi iSantri ini diharapkan menambah kemudahan pustaka ilmuan para ulama salaf, karena tulisan aslinya semakin langka atau ada upaya pengubahan secara tektual yang berujung pada pola pikir pemahamannya.

“Upaya keras untuk mengembalikan pustaka keilmuan sebagai mana aslinya ini bentuk jihad. Maka dengan menjaga turof ilmu ulama merupakan jihad,” kata Kiai Azaim dalam sambutannya.

KHR Azaim Ibrahimy menambahkan, sebenarnya tantangan  sudah terjadi pada beberapa abad silam, dimana ketika masa kitab suci Injil dan Taurat  yang mengalami perubahan atas ulah manusia.

“Sudah ada 3000 koleksi yang sudah teraplikasi dengan aplikasi iSantri memberikan kemudahan, Terutama pustaka yang bisa menjadi kajian utama tentang keislaman,” pungkasnya.(fat)

Komentar

Baca Lainnya

Mesin Perahun Mati, Nelayan Situbondo Terombang-ambing di Perairan Madura

18 Juli 2024 - 11:44 WIB

Polda Kalsel Ungkap 14 Kasus Tambang Ilegal Dalam Operasi Peti Intan 2024

17 Juli 2024 - 16:27 WIB

Kapolri Pastikan Hasil Pengusutan Kasus Vina Cirebon akan Disampaikan Secara Transparan

17 Juli 2024 - 16:04 WIB

Satgas Pamtas RI Gagalkan Penyeludupan 35,9 Kilogram Sabu dan 35 Ribu Butir Pil Ekstasi di Sambas-Pontianak

17 Juli 2024 - 15:38 WIB

Usai Dilantik, AKBP Rezi Dharmawan Resmi Jabat Kapolres Situbondo

17 Juli 2024 - 15:06 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Pejabat Pemprov Jambi di Tes Urine Secara Mendadak

17 Juli 2024 - 14:52 WIB

Trending di Daerah