Search

Merasa Dirugikan di Media Massa, PT Dana Aguna Nusantara Laporkan Dirut PT Ayers Asia Asset Management ke Polisi

Kuasa Hukum PT Dana Aguna Nusantara (DAN), Angga Brata SH (baju putih) dari Kantor Hukum Rachmad Brata Rosihan (RBR) & Partners.

Jakarta, Reportasenews – PT Dana Aguna Nusantara (DAN) yang merasa dirugikan terkait iklan di koran Harian Kontan tanggal 3 April 2021 versi cetak akhirnya melaporkan Direktur Utama PT Ayers Asia Asset Management, Dastin Mirjaya Mudijana, ke Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya.

Iklan tersebut berjudul “PT Dana Aguna Nusantara Digugat PKPU/Pailit oleh Nasabahnya Sendiri”. Dalam iklan disebutkan PT Dana Aguna Nusantara digugat nasabahnya sendiri yaitu PT Ayers Asia Asset Management yang diwakili oleh kuasa hukumnya Hagai & Co.

Laporan ke Polres Metro Jakarta Pusat tertanggal 31 Mei 2021 dengan Nomor: 705/K/V/2021/RESTRO JAKPUS. Sedangkan laporan ke Polda Metro Jaya pada 9 Juni 2021, Nomor: STTLP/B/2964/VI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Kuasa Hukum PT Dana Aguna Nusantara (DAN), Angga Brata SH dari Kantor Hukum Rachmad Brata Rosihan (RBR) & Partners dalam keterangan di Jakarta menyatakan iklan tersebut merugikan kliennya karena PT AAAM bukanlah nasabah PT DAN.

“Iklan sangat tendensius dan tidak berdasarkan fakta. PT DAN sebagai klien kami adalah lembaga Financial Technology yang bertindak sebagai penyelenggara platform yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dan peminjam,” kata Angga Brata.

Menurut Angga, dalam iklan juga disebutkan PT DAN telah melakukan gagal bayar. Padahal yang meminjam dana bukanlah PT DAN melainkan sejumlah perusahaan peminjam.

Kuasa Hukum PT Dana Aguna Nusantara (DAN), Angga Brata SH dari Kantor Hukum Rachmad Brata Rosihan (RBR) & Partners.

Ia juga menyesalkan langkah PT AAAM yang menyebut kliennya gagal bayar karena permasalahan tersebut tengah berproses di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. “Jadi belum ada putusan yang menyatakan bahwa PT DAN adalah pihak yang berhutang dan melakukan gagal bayar, seharusnya PT AAAM menghormati proses peradilan dan menunggu keputusan hakim sebelum menyatakan sesuatu yang dapat menyesatkan,” terang Angga Brata.

Iklan tersebut, tandas Angga Brata telah merugikan reputasi dan kelangsungan usaha PT DAN sehingga menimbulkan kerugian materiil dan immateriil.

Angga mengungkapkan sebelum dilaporkan ke polisi, upaya persuasif sudah terlebih dulu dilakukan yaitu dengan melayangkan somasi sebanyak dua kali. Dalam somasi tersebut, PT AAAM diminta melakukan permintaan maaf.

“Tetapi hal ini tidak diindahkan oleh PT AAAM hingga habis tenggat waktu somasi. Kantor hukum RBR & Partners kemudian memberikan saran kepada PT DAN untuk melakukan upaya hukum terakhir dengan melaporkan PT AAAM ke Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya,” terang Angga Brata.

Angga menilai iklan PT AAAM memenuhi unsur tindak Pidana sesuai UU ITE ataupun pencemaran nama baik dan fitnah yang merugikan kliennya secara materiil dan immateriil.

“PT DAN juga makin yakin untuk melakukan upaya hukum terhadap PT AAAM karena putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Putusan pengadilan memenangkan klien kami,” ujar Angga Brata.

Dua putusan Pengadilan Niaga tersebut adalah nomor perkara 113/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst yang diputuskan tanggal 12 April 2021 dan nomor perkara 169/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst yang diputuskan tanggal 17 Mei 2021.

“Dalam dua putusan itu dinyatakan bahwa PT DAN bukanlah sebagai debitur atau pihak yang berhutang dan melakukan gagal bayar. Maka makin jelas apa yang dinyatakan oleh PT AAAM adalah adalah hal yang tidak benar,” tegas Angga Brata.

Lebih lanjut Angga Brata menyatakan kliennya tengah mempertimbangkan gugatan secara perdata atas kerugian materiil dan immateriil atas iklan PT AAAM.

Bagaimana tanggapan Dastin Mirjaya Mudijana? Hingga berita ini diturunkan, meski sudah dikonfirmasi berulangkali lewat telepon seluler namun Dirut PT AAM tersebut belum memberikan tanggapan.

Sementara itu A Hagai, kuasa hukum PT AAAM saat dimintai tanggapan lewat telepon seluler menyatakan semua pihak bisa melaporkan siapa saja. “Kita ikuti proses hukum saja,” jawab A Hagai.




Loading Facebook Comments ...