Menu

Mode Gelap

Daerah · 24 Nov 2021 19:18 WIB ·

Mitigasi Bencana Banjir Belum Berjalan Baik, Gubernur Soroti Penanganan Banjir


					Ilustrasi, banjir di Sintang, (foto:istimewa) Perbesar

Ilustrasi, banjir di Sintang, (foto:istimewa)

Sintang, Kalbar – Pemerintah Kabupaten Sintang  dinilai lambat dalam melakukan mitigasi bencana banjir dan longsor yang baru saja terjadi. Hal ini terlihat belum terintegrasinya data warga yang terdampak banjir, para pengungsi dan infrastruktur yang terdampak.

Database banjir berupa aplikasi yang berisikan nama, nomor telepon, dan alamat masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir sangat diperlukan dalam penanganan banjir.

“Setiap kabupaten/kota di Kalbar harus memiliki database berbentuk aplikasi, sehingga memudahkan pemerintah setempat untuk mendata masyarakat yang sering terdampak banjir dan juga memudahkan pendistribusian bantuan dengan tepat dan lancar,,” kata Sutarmidji.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji,  menegaskan kepada Pemerintah Kabupaten Melawi, Sintang, Sanggau dan Sekadau serta Kapuas Hulu yang terdampak banjir, walaupun banjir mulai surut, bantuan tetap harus diperhatikan bagi korban banjir.

“Sekalipun banjir sudah surut, masyarakat yang mengungsi akan membersihkan rumahnya, sehingga menyebabkan mereka tidak bekerja dan itu yang harus diperhatikan pemerintah,” tegas H. Sutarmidji.

Gubernur menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kab/kota dalam mengatasi banjir.

“Masalah banjir ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Saya berharap ada sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta pihak swasta,” harap Gubernur Kalbar.

Hal ini disampaikan Gubernur Sutarmidji didampingi beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Direktur Umum Bank Kalbar, Rokidi, saat menghadiri Malam Ramah Tamah bersama Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yusra, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Melawi.

Sementara saat beraudiensi bersama Bupati Sintang, Jarot Winarno, dan  Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, bersama  jajaran Forkopimda Kabupaten Sintang, Gubernur Kalbar Sutarmidji mendengarkan hal-hal yang paling urgensi  apa saja yang dibutuhkan dalam penanganan musibah banjir di Kabupaten Sintang.

“Salah satu perlengkapan yang dibutuhkan untuk menghubungkan antar kecamatan, yaitu speed boat 40 PK, agar dapat melawan arus. Saya akan kirimkan perlengkapan yang dibutuhkan Kabupaten Sintang,” jelasnya.

 Gubernur meminta Satgas Banjir di Kabupaten Sintang untuk mempersiapkan perlengkapan tempat pengungsian dengan baik, seperti keberadaan toilet.

“Kita harus memastikan terlebih dahulu dimana lokasi pengungsian supaya anggaran yang dikeluarkan bisa lebih efektif,” ungkap orang nomor satu di Kalbar di Pendopo Bupati Sintang, Rabu (24/11/21).

Pemerintah juga harus memperhatikan sektor kesehatan untuk pasca banjir, seperti menyediakan obat-obatan untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Banyak hal yang harus diperhatikan dalam penanganan pasca banjir, terutama masalah kesehatan. Alat fogging juga sudah harus siap karena sudah ada kasus demam berdarah. Pemprov Kalbar akan memberikan alat fogging, meskipun puskesmas sudah memiliki alat tersebut,” tutup Gubernur Kalimantan Barat. (das)

Komentar
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gadis Dibawah Umur Dianiaya Rekan Kerja Lantaran Tak Terima Dipanggil Babu

29 November 2021 - 23:08 WIB

Pasutri Asal Balaikarangan Jual Narkoba di Pontianak, Dibekuk Polisi

29 November 2021 - 20:56 WIB

Propam Polres Situbondo, Akan Lakukan Penyelidikan Mobil Patroli Tabrak Bocah 7 Tahun 

29 November 2021 - 16:07 WIB

Polda Banten akan Gelar Swab Test di Pos Pengamanan Nataru

29 November 2021 - 13:40 WIB

Kemenkes: Penerapan PPKM Level III untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Gelombang Ketiga

29 November 2021 - 12:42 WIB

Antisipasi Varian Baru Omicron Masuk, Pemerintah Perketat Pintu Masuk Internasional

29 November 2021 - 12:25 WIB

Trending di Kesehatan