Mongolia, reportasenews.com : Musim dingin akhir Desember 2016 ini sungguh kejam diwilayah daratan Mongolia. Tercatat seminggu silam suhu turun hingga – 43,8* Celcius. Suhu yang ekstrem dingin ini membuat pejalan kaki tidak mampu berada diluar lebih dari 15 menit. Wajah pejalan kaki disana tampak membeku oleh es yang menempel disekujur muka mereka, demikian ulas media Shanghaiist.
Hulunbuir, satu wilayah diutara Mongolia mencatat rekor terparah tahun ini dengan turunnya suhu sampai dibawah minus 43* Celcius. Badan Meteorologi sudah memberikan catatan khusus bahwa musim dingin akan lebih parah dari apa yang terjadi 2012 lalu. Dipercaya kejamnya suhu musim dingin kali ini akibat efek dari bada La Nina yang menyerbu wilayah Artik
Sementara itu, kota Genhe dijantung Mongolia dikelilingi oleh kabut es tebal pada hari Minggu dengan visibilitas kurang dari 50 meter. Jalan utama menjadi sepi dan kosong. Tidak ada yang berani jalan keluar karena masalah dingin dan juga pandangan mata menjadi sangat terbatas. Penduduk memilih tinggal dirumah saja daripada keluar rumah.
“Ini sangat dingin, saya pikir saya akan membeku seperti patung. Ini benar-benar tak tertahankan. Aku baru diluar rumah selama lima menit, tapi topi, masker dan bahkan mata saya semua ditutupi dengan es.” kata warga menuturkan.
Dingin ekstrim meluas di seluruh wilayah. Pada hari Jumat, suhu didistrik Hulunbuir dibawah minus 46,1 derajat Celcius. Selama di ujung utara Mongolia, suhu dalam seminggu terakhir telah bertahan sekitar minus 40 derajat Celcius, situasi ini membuat warga mengalami kesulitan menjalankan aktifitasnya sehari-hari. (HSG/ Shanghaiist)
[vc_row][vc_column][vc_video link=”https://youtu.be/Y6kmoMnUhGI”][/vc_column][/vc_row]